Kalau kamu baru scroll TikTok terus nemu quote “Canva sayang dan rindu banget sama mereka” yang bikin FYP-mu banjir air mata orang lain, terus penasaran ini novel apa, ini jawabannya. Eccedentesiast adalah novel karya Ita Kurniawati (dikenal juga sebagai @wp.martabakkolor di Wattpad) yang menceritakan Canva Narendra, remaja yang ditinggal orang tuanya merantau dan berjuang menyembunyikan luka fisik maupun batinnya di balik senyum.
Aku sendiri awalnya cuma nemu istilah “eccedentesiast” ini lewat cuitan orang yang lagi baper habis baca novelnya, terus penasaran, ternyata judulnya memang diambil dari kata yang punya makna spesifik. Nah, sebelum masuk ke ceritanya, enaknya kita bahas dulu soal judulnya karena ini kunci buat ngerti kenapa Ita Krn milih nama itu, bukan sekadar biar terdengar unik.
Apa Arti Eccedentesiast, dan Kenapa Jadi Judul Novel Ini?
Eccedentesiast bukan kata baku dalam kamus bahasa Inggris klasik. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Florence King, kolumnis Amerika yang menulis di rubrik “The Misanthrope’s Corner” untuk majalah National Review. King memakainya untuk menyindir politisi dan tokoh televisi yang harus memasang senyum lebar di depan kamera padahal belum tentu lagi senang-senang amat.
Secara harfiah, katanya dipecah dari unsur Latin: ecce (lihatlah), dentes (gigi), dan akhiran -iast yang menunjuk pada orang yang melakukan sesuatu. Kalau digabung, artinya kurang lebih “orang yang memperlihatkan gigi”, alias orang yang memaksakan senyum. Definisi yang lebih sering dipakai sekarang: eccedentesiast adalah seseorang yang menyembunyikan kesedihan atau rasa sakit sebenarnya di balik senyuman yang terlihat tulus.
Ini persis gambaran Canva Narendra, tokoh utama novelnya. Ia tampil ceria, berprestasi, dan jadi sandaran teman-temannya, padahal di dalam dirinya menyimpan penyakit kronis dan luka yang tidak pernah ia ceritakan sepenuhnya ke siapa pun. Judul itu bukan cuma tempelan estetik, tapi memang jadi tema sentral sepanjang cerita.
Sinopsis Novel Eccedentesiast
Canva ditinggal kedua orang tuanya bekerja ke luar negeri sejak usia lima tahun. Ia dibesarkan neneknya, Kamila, sampai sang nenek meninggal saat Canva duduk di bangku SMA. Sejak itu Canva praktis sebatang kara, dan satu-satunya yang ia inginkan cuma sederhana: bertemu lagi dengan mama dan papanya, lalu membuat mereka bangga.
Untuk mengejar itu, Canva mengejar prestasi akademik habis-habisan, sampai ikut Kompetisi Sains Nasional. Ia juga sempat jadi korban perundungan di SMP, sebuah luka yang terus ia bawa meski jarang ia tunjukkan. Titik baliknya datang saat ia bertemu Aily, gadis tunanetra yang ia temukan kehujanan sendirian di halte bus. Dari situ mereka jadi dekat, bahkan saling jatuh cinta, dan Aily jadi salah satu alasan Canva merasa hidupnya kembali berwarna.
Di sekolah barunya, SMA Taruna Bakti, Canva mendapat lingkaran pertemanan baru lewat Diamond Gang, geng yang dipimpin Samuel dan beranggotakan Areksa, Marvin dan Marvel (si kembar Algara), Farzan, serta Queen. Geng ini bukan geng tawuran, mereka justru sering mengajar anak-anak putus sekolah di kolong jembatan. Tapi ketenangan itu terusik saat Zayyan Abrisam, musuh lama Canva, muncul kembali, ditambah konflik dengan Venus yang menyimpan dendam keluarga terhadap orang tua Canva.
Konflik memuncak ketika Canva didiagnosis gagal ginjal kronis, kondisi medis serius yang butuh penanganan berkelanjutan. Di titik inilah pertanyaan besar novel ini dilempar ke pembaca: apakah Canva sempat mewujudkan mimpinya bertemu orang tuanya, atau justru kesehatannya yang lebih dulu merenggut semua yang ia perjuangkan?
Profil Karakter Utama
Biar kamu nggak bingung pas mulai baca, ini gambaran singkat tokoh-tokoh kuncinya.
| Tokoh | Peran dalam Cerita |
|---|---|
| Canva Narendra | Tokoh utama, remaja yang menyembunyikan penyakit dan lukanya di balik prestasi dan senyum |
| Aily | Gadis tunanetra, kekasih Canva, sumber kehangatan di tengah hidupnya yang berat |
| Samuel Erlangga | Pemimpin Diamond Gang, anak pemilik yayasan sekolah |
| Marvin & Marvel Algara | Si kembar, sahabat dekat Canva; hubungan dengan Marvel digambarkan cukup intens sampai disebut love-hate relationship |
| Zayyan Abrisam | Musuh lama Canva yang kembali muncul dan memperumit hidupnya |
| Venus | Menyimpan dendam pribadi ke Canva karena masa lalu orang tua mereka |
| Kamila | Nenek Canva yang membesarkannya sejak kecil |
Kalau kamu tanya kenapa daftar tokohnya sepanjang ini padahal ini “cuma” novel remaja, jawabannya karena Eccedentesiast bagian dari Diamond Gang Universe, kumpulan cerita Ita Krn yang saling terhubung lewat karakter yang sama. Jadi banyak nama di atas kemungkinan besar bakal kamu temui lagi di judul lain milik penulis yang sama.
Kenapa Novel Ini Bisa Sampai Viral dan Best Seller
Di Wattpad, cerita ini tercatat sudah dibaca lebih dari 13 juta kali, angka yang lumayan gila untuk ukuran novel remaja lokal. Versi cetaknya, terbit lewat penerbit Akad pada 26 April 2022 dengan tebal 356 halaman, juga masuk kategori best seller di toko buku.
Alasan utamanya bukan cuma soal plot twist atau romansa, tapi karena tema yang diangkat memang lagi relevan banget dengan obrolan kesehatan mental generasi sekarang. Banyak remaja merasa relate dengan Canva bukan karena mereka juga sakit ginjal, tapi karena mereka juga pernah merasa harus terlihat baik-baik saja di depan orang lain padahal dalamnya berantakan.
Ini yang sering luput dibahas review-review lain: novel ini sebenarnya bukan sekadar drama cinta remaja, tapi lebih ke gambaran tentang masking, istilah psikologi untuk kebiasaan menutupi emosi asli dengan ekspresi yang lebih “diterima” secara sosial.
Kalau kamu pernah baca novel dengan tema serupa dan merasa karakternya sedih tapi datar saja, di sinilah Eccedentesiast biasanya dianggap lebih kuat: penderitaan Canva tidak berdiri sendiri, tapi terus dibenturkan dengan ambisinya, hubungannya dengan Aily, dan dinamika geng yang membuatnya harus terus tampil kuat di depan orang-orang yang ia sayangi.
Apakah Novel Eccedentesiast Cocok untuk Kamu Baca?
Ini pertanyaan yang sering ditanyakan tapi jarang dijawab jujur. Novel ini cocok kalau kamu suka genre angst dengan tempo emosional yang naik pelan-pelan lalu meledak di bagian akhir, dan kamu nggak keberatan siap-siap nangis. Ita Krn dikenal lewat karya-karyanya yang memang didesain untuk “mengacak-acak emosi pembaca”, jadi kalau kamu lagi mencari bacaan ringan tanpa beban perasaan, mungkin bukan pilihan yang pas untuk sekarang.
Sebaliknya, kalau kamu tertarik sama cerita yang mengangkat isu kesehatan fisik dan mental sekaligus, atau kamu penggemar universe cerita ala Wattpad di mana satu tokoh bisa muncul di beberapa judul berbeda, novel ini masuk daftar yang layak dicoba. Perlu dicatat juga, kamu tidak wajib membaca judul lain di Diamond Gang Universe dulu sebelum masuk ke Eccedentesiast, ceritanya tetap bisa berdiri sendiri.
Satu hal yang perlu diingat: apa yang dialami Canva dalam cerita, terutama soal menyembunyikan rasa sakit di balik senyum, memang dekat dengan kondisi nyata yang bisa dialami siapa saja di kehidupan sehari-hari. Kalau saat membaca ini kamu merasa relate lebih dari sekadar “seru”, nggak ada salahnya cerita ke orang yang kamu percaya atau ke profesional. Novelnya bisa jadi bacaan yang related, tapi bukan pengganti dukungan yang kamu butuhkan kalau memang sedang berat.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Novel Eccedentesiast ini asli dari Wattpad atau memang ditulis langsung untuk buku cetak?
Aslinya terbit di Wattpad dulu di bawah akun @wp.martabakkolor, baru kemudian dicetak oleh penerbit Akad pada 2022 setelah pembacanya membludak.
Apakah Eccedentesiast punya versi “Happy Version” yang beda dari versi aslinya?
Ada. Beberapa kajian akademik menyebut ada varian berjudul Eccedentesiast—Happy Version, yang isinya tetap mengangkat tema sama soal Canva menyembunyikan lukanya di balik senyum, meski dengan beberapa detail yang disesuaikan dari versi awal.
Perlu baca novel Samuel dulu sebelum baca Eccedentesiast?
Tidak perlu. Meski sama-sama bagian dari Diamond Gang Universe, keduanya cerita yang berbeda dan bisa dibaca terpisah tanpa kehilangan konteks penting.





