Sinopsis Film One Day, Perjalanan Cinta 20 Tahun Emma dan Dexter

RediksiaJumat, 10 Juli 2026 | 13:06 WIB
Sinopsis Film One Day (2011), Adaptasi Novel Laris David Nicholls

Bagi pencinta drama romantis, One Day (2011) tetap menjadi salah satu suguhan yang menguras emosi dan terus dibicarakan hingga kini. Film yang disutradarai oleh Lone Scherfig ini merupakan adaptasi langsung dari novel laris karya David Nicholls dengan judul yang sama.

Menggandeng Anne Hathaway dan Jim Sturgess sebagai pemeran utama, sinema ini menawarkan struktur penceritaan yang unik mengenai waktu, pilihan hidup, dan pencarian cinta sejati.

Sinopsis Film One Day: Pertemuan Rutin Setiap 15 Juli

Kisah One Day berpusat pada hubungan antara Emma Morley (Anne Hathaway) dan Dexter Mayhew (Jim Sturgess). Semuanya bermula pada malam kelulusan kuliah mereka di Universitas Edinburgh pada tanggal 15 Juli 1988. Setelah menghabiskan malam bersama tanpa ikatan, mereka sepakat untuk menjalani hidup masing-masing namun berjanji untuk tetap menjaga komunikasi sebagai sahabat.

Keunikan film ini terletak pada alurnya yang melompat dari tahun ke tahun, namun selalu mengambil latar tanggal yang sama, yaitu 15 Juli. Melalui jendela satu hari tersebut, penonton diajak melihat bagaimana kehidupan Emma dan Dexter berkembang, berubah, saling menjauh, lalu kembali mendekat dalam rentang waktu dua dekade.

Emma adalah sosok gadis idealis dari kelas pekerja yang memendam mimpi untuk menjadi seorang penulis, meski ia harus merangkak dari bawah dengan bekerja di sebuah restoran Meksiko di London.

Sebaliknya, Dexter adalah pemuda kaya raya yang karismatik, santai, dan dengan cepat meraih kesuksesan sebagai pembawa acara televisi yang populer namun penuh hura-hura. Perbedaan kasta sosial dan gaya hidup ini perlahan mulai menguji kedekatan mereka.

Seiring berjalannya waktu, roda kehidupan berputar. Karier televisi Dexter perlahan merosot akibat gaya hidupnya yang liar, sementara Emma mulai menata hidupnya dan berhasil menjadi seorang guru serta penulis novel remaja yang sukses.

Di tengah pasang surut kehidupan, pernikahan dengan orang lain, dan berbagai kehilangan pribadi, keduanya tetap menjadi jangkar emosional bagi satu sama lain. Rasa cinta yang sempat terpendam selama bertahun-tahun di balik label “sahabat” akhirnya mulai menemui titik terang ketika mereka berdua beranjak dewasa.

Eskalasi Konflik dan Tragedi Penutup

Setelah bertahun-tahun terjebak dalam hubungan yang tidak sinkron, Dexter dan Emma akhirnya bersatu dan menikah di Paris, tempat Emma sempat menetap untuk menulis. Kehidupan mereka tampak sempurna dan penuh kebahagiaan yang matang setelah melewati berbagai kedewasaan emosional. Namun, kebahagiaan tersebut tidak bertahan lama.

Pada tanggal 15 Juli 2006, sebuah tragedi tak terduga menghantam hubungan mereka. Saat sedang bersepeda, Emma ditabrak oleh sebuah truk dan meninggal seketika di tempat kejadian. Kematian Emma membuat hidup Dexter runtuh seketika. Ia kembali terjerumus ke dalam depresi berat dan kecanduan alkohol, sama seperti masa-masa kelam saat kariernya hancur dahulu.

Film ini ditutup dengan momen reflektif yang menyentuh. Melalui dukungan dari ayah dan mantan istrinya, Dexter perlahan bangkit untuk membesarkan putrinya. Cerita berakhir dengan kilas balik ke tanggal 15 Juli 1988, menampilkan momen manis ketika Dexter dan Emma pertama kali mendaki Arthur’s Seat di Edinburgh. Kenangan hari pertama itu menjadi kekuatan bagi Dexter untuk terus melanjutkan hidup demi menghormati cinta sejatinya yang telah pergi.