Arab Saudi Dan Uni Emirat Arab Borong Stok Chip AI Nvidia

Avatar of Rediksia
arab saudi dan uni emirat arab borong stok chip ai nvidia 5d30014

DIKSIA.COM - Langkah mantap diambil oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dalam merebut ribuan chip yang menjadi tulang punggung pengembangan perangkat lunak kecerdasan buatan ().

Dengan tekad yang bulat, keduanya membidik posisi puncak sebagai pemimpin pasar di ranah , sebuah pandangan yang jelas merajut keuntungan ekonomi yang lebih tinggi. Laporan eksklusif dari Financial Times pada Selasa (15/8/2023) mengungkapkan esensi dari ambisi ini.

Ratusan chip dijadikan rebutan oleh Arab Saudi, menandakan komitmen mereka dalam menjalankan rencana besar ini.

Tidak mau kalah, Uni Emirat Arab juga tidak tinggal diam, mereka tidak hanya mengamankan ribuan chip , tetapi juga telah melangkah maju dengan langkah berani: mengembangkan model bahasa open source yang disebut Falcon.

Dalam alur yang tidak terduga, tindakan ini menghantarkan dampak berantai, termasuk kelangkaan global akan chip Nvidia, terutama yang berkaitan dengan AI.

Permintaan yang meningkat dari berbagai perusahaan teknologi, termasuk pelaku industri China, mendorong perlombaan merebut chip H100 yang sangat dicoveted ini.

Sorotan yang tidak bisa diabaikan adalah upaya sungguh-sungguh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk membangun kapabilitas AI internal mereka sendiri, guna meminimalisir ketergantungan pada negara-negara seperti Amerika Serikat dan China.

Dalam rencana ambisius ini, pesanan sebanyak 3.000 chip H100 diproyeksikan akan berlabuh di King Abdullah University of Science and Technology (Kaust) menjelang akhir tahun 2023.

Angka ini akan menjadi penambah komponen dari 200 chip A100 yang telah mereka miliki.

Kaust sendiri tengah mematangkan rencana untuk merangkai komputer super berdampingan dengan nama yang menggetarkan: Shaheen III.

Dengan chip unggulan dari Nvidia, yakni Grace Hoppers, diintegrasikan dalam fondasinya, komputer super ini akan menjadi ruang gestasi bagi AI berperforma tinggi.

Rencana ambisius ini juga diperkuat dengan semangat untuk mengembangkan model bahasa internal, yang mencerminkan langkah perusahaan terkemuka seperti GPT-4 karya OpenAI.