Tips Menulis Resensi Novel yang Bikin Kamu Jadi Kritikus Sastra dadakan!

Avatar of Rediksia
Tips Menulis Resensi Novel yang Bikin Kamu Jadi Kritikus Sastra dadakan!
Tips Menulis Resensi Novel yang Bikin Kamu Jadi Kritikus Sastra dadakan!

DIKSIA.COM - Suka baca novel tapi bingung mau ngomong apa pas diajak diskusi isinya? Tenang, kamu nggak sendirian, kok! Banyak pembaca yang sama-sama pengen bisa ngobrolin novel seru yang baru mereka baca, tapi terbentur bingung cara ngungkapinnya. Nah, inilah momen dimana kita berkenalan dengan .

Apa Sih Resensi Novel Itu?

sebenarnya nggak jauh-jauh dari ngobrolin isi buku, tapi dengan gaya yang lebih terstruktur dan kritis. Kita ngasih gambaran tentang cerita, karakter, dan pesan yang pengen disampaikan penulis, sekalian kasih penilaian juga. Intinya, resensi itu kayak jembatan antara pembaca dan calon pembaca lainnya.

Tips Jitu Menulis Resensi Novel Biar Nggak Garing:

1. Buka Jengkel, Tutup Menggelegar:

  • Awali dengan kalimat yang menarik, bisa pakai pertanyaan, kutipan novel, atau fakta unik terkait tema cerita.
  • Akhiri dengan kesimpulan yang kuat dan ngena, bikin pembaca pengen langsung cari novelnya!

2. Identitas Jelas, Kelar Cerita:

  • Cantumkan judul novel, penulis, penerbit, tahun terbit, dan jumlah halaman di awal.
  • Hindari spoiler cerita yang bikin kejutan hilang, tapi tetap kasih gambaran konflik atau karakter utama.

3. Ngobrolin Cerita Tanpa Nguping Novel:

  • Ceritakan plot penting tanpa bocorin ending, fokus pada konflik dan perkembangan karakter.
  • Gunakan kalimat sendiri, jangan copy-paste deskripsi dari novel.

4. Bedah Karakter, Kayak Dokter Bedah Jantung:

  • Analisis karakter utama dan pendukung, gimana perkembangan mereka mempengaruhi jalan cerita.
  • Boleh kok ngasih penilaian subjektif kamu tentang tindakan atau keputusan karakter.

5. Pesan Tersirat, Diungkap Pinter:

  • Cari tahu pesan atau tema yang pengen disampaikan penulis, nggak harus yang super dalam, kok.
  • Hubungkan pesan novel dengan kehidupan nyata, bikin pembaca mikir “Wah, iya juga ya!”.

6. Bahasa Bawaannya, Asal Jelas dan Kreatif:

  • Hindari bahasa kaku dan formal, pake gaya ngobrol yang nyaman dan enak dibaca.
  • Boleh kok nancepin dikit-dikit pake humor, analogi, atau quote keren biar resensimu stand out.

7. Etika di Atas Segalanya:

  • Hargai karya penulis, kritik dengan sopan dan hindari kata-kata kasar atau menyinggung SARA.
  • Fokus pada karya, bukan kehidupan pribadi penulis.

Sekarang ngomongin novel kesukaan nggak cuma bisa di warung kopi, lho! Pamerin resensimu di blog, media sosial, atau komunitas baca online. Siapa tau kamu jadi kritikus sastra dadakan yang dicari-cari pembaca lain!