Resensi Novel Sunda “Sangkuriang” karya Yuliadi Soekardi

RediksiaSabtu, 3 Februari 2024 | 20:30 WIB
Resensi Novel Sunda Sangkuriang karya Yuliadi Soekardi
Resensi Novel Sunda Sangkuriang karya Yuliadi Soekardi

DIKSIA.COM - karya adalah salah satu novel yang mengangkat kisah Sunda yang terkenal, yaitu kisah antara Sangkuriang dan yang ternyata adalah ibu dan anak. Novel ini mengisahkan secara detail dan mendalam tentang latar belakang, konflik, dan akhir dari kisah cinta yang tersebut. Dalam artikel ini, kita akan membahas novel Sunda Sangkuriang, mulai dari sinopsis, unsur intrinsik, unsur ekstrinsik, kelebihan, kekurangan, hingga pesan moral yang terkandung dalam novel ini.

Identitas Novel

  • Judul: Sangkuriang
  • Penulis: Yuliadi Soekardi
  • Penerbit: CV Pustaka Setia
  • Tahun Terbit: 2002
  • Tebal: 112 halaman

Sinopsis Novel Sunda Sangkuriang

Novel ini dimulai dengan pengenalan tokoh utama, yaitu Sangkuriang, seorang pangeran yang memiliki kekuatan gaib yang luar biasa. Ia adalah putra dari Prabu Tapa Agung, raja Kerajaan Sunda yang sakti mandraguna. Sangkuriang sangat dicintai oleh ayahnya, tetapi tidak oleh ibunya, Dayang Sumbi, yang merasa tidak bahagia dengan pernikahannya. Dayang Sumbi adalah seorang wanita cantik yang berasal dari Kerajaan Galuh, yang dipaksa menikah dengan Prabu Tapa Agung karena kalah taruhan.

Suatu hari, Sangkuriang berburu di hutan bersama anjing kesayangannya, Tumang. Ia menemukan seekor babi hutan yang ternyata adalah jelmaan dari Bajang, adik Dayang Sumbi yang ingin membunuh Sangkuriang. Sangkuriang memerintahkan Tumang untuk mengejar dan menggigit babi hutan tersebut, tetapi Tumang menolak karena ia tahu bahwa babi hutan itu adalah pamannya. Sangkuriang marah dan membunuh Tumang dengan panahnya. Ketika ia membawa Tumang ke rumah, Dayang Sumbi sangat sedih dan marah karena mengetahui bahwa Tumang adalah jelmaan dari ayahnya, Prabu Sanghyang Guruminda. Ia pun memukul kepala Sangkuriang dengan sendok kayu hingga berdarah dan membuatnya lari dari rumah.