Resensi Novel Sunda Nu Ngageugeuh Legok Kiara karya Dadan Sutisna

RediksiaMinggu, 4 Februari 2024 | 18:31 WIB
Resensi Novel Sunda Nu Ngageugeuh Legok Kiara karya Dadan Sutisna
Resensi Novel Sunda Nu Ngageugeuh Legok Kiara karya Dadan Sutisna

DIKSIA.COM - adalah salah satu karya sastra Sunda yang ditulis oleh . Novel ini bercerita tentang dua anak desa yang ingin membuktikan kebenaran mitos tentang pohon kiara yang konon berhantu. Apa saja yang mereka temukan di sana? Bagaimana pesan moral yang disampaikan oleh novel ini? Simak Sunda Nu Ngageugeuh berikut ini.

Identitas Novel

  • Judul: Nu Ngageugeuh Legok Kiara
  • Penulis: Dadan Sutisna
  • Penerbit: PT. Kiblat Buku Utama
  • Tahun Terbit: 2001
  • Jumlah Halaman: 51 halaman
  • Harga: Rp 15.000,-
  • Genre: Fiksi Sunda

Sinopsis Novel

Novel ini mengisahkan tentang Emod dan Sadun, dua anak desa yang memiliki rasa penasaran tinggi. Mereka mendengar cerita dari orang-orang bahwa di dekat desa mereka ada sebuah pohon kiara yang sudah berusia ratusan tahun dan disebut sebagai Legok Kiara. Menurut mitos, siapa pun yang melewati Legok Kiara akan sakit atau mengalami hal-hal buruk. Emod dan Sadun tidak percaya dengan mitos itu dan ingin membuktikannya sendiri.

Suatu hari, mereka mendapat tugas dari sekolah untuk membuat laporan tentang alam dan menjaganya. Mereka pun memanfaatkan kesempatan itu untuk pergi ke Legok Kiara. Di sana, mereka melihat pohon kiara yang sangat besar dan rindang. Mereka juga menemukan seekor kucing yang sedang bermain di pohon itu. Mereka membawa kucing itu pulang dan menamainya Buris.

Namun, kehidupan desa mereka sedang mengalami krisis akibat kekeringan. Tanah menjadi gersang, air menjadi langka, dan makanan menjadi sulit. Bapak Emod melarang Emod merawat Buris karena dia percaya bahwa kucing itu berasal dari Legok Kiara dan membawa sial. Apa yang akan terjadi dengan Emod, Sadun, dan Buris? Apakah mitos Legok Kiara benar-benar ada? Bagaimana cara mereka mengatasi masalah yang mereka hadapi?

Unsur Intrinsik Novel

Tema

Tema novel ini adalah tentang keberanian, persahabatan, dan kepedulian terhadap alam. Novel ini menunjukkan bagaimana Emod dan Sadun berani menghadapi rasa takut dan penasaran mereka terhadap Legok Kiara. Novel ini juga menggambarkan persahabatan yang erat antara Emod, Sadun, dan Buris. Selain itu, novel ini mengajak pembaca untuk peduli terhadap alam dan menjaganya agar tetap lestari.

Tokoh dan Penokohan

Tokoh utama novel ini adalah Emod dan Sadun, dua anak desa yang berjiwa petualang. Mereka digambarkan sebagai anak-anak yang cerdas, berani, dan setia kawan. Mereka juga memiliki rasa sayang yang besar terhadap Buris, kucing yang mereka temukan di Legok Kiara.