Novel Jingga dan Senja karya Esti Kinasih

RediksiaMinggu, 11 Februari 2024 | 16:16 WIB
Novel Jingga dan Senja karya Esti Kinasih
Novel Jingga dan Senja karya Esti Kinasih

DIKSIA.COM - Pernahkah kamu merasakan cinta pertama yang begitu membara? Jatuh cinta pada sosok yang sempurna di matamu, tapi takdir berkata lain? Jika kamu pernah merasakannya, ” karya ini akan membawamu kembali ke masa-masa indah dan penuh kenangan itu.

adalah trilogi yang menceritakan kisah cinta antara dua bernama Ari dan Tari. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2010 dan langsung menjadi best-seller di Indonesia. Kisah cinta mereka yang rumit dan penuh lika-liku berhasil menarik hati para pembacanya, terutama .

Novel Jingga dan Senja adalah salah satu karya yang populer di kalangan pembaca remaja. Novel ini menceritakan tentang kisah cinta antara Tari dan Ari, dua remaja yang dipertemukan oleh takdir. Namun, takdir juga mempersulit hubungan mereka dengan berbagai rintangan dan konflik.

Siapa Esti Kinasih?

Esti Kinasih adalah seorang penulis yang lahir di Jakarta pada 9 September 1971. Ia merupakan mantan karyawan sebuah bank swasta yang kemudian beralih profesi menjadi penulis. Hobinya sebagai pecinta alam membuatnya sering menyendiri untuk mencari ide dan inspirasi menulis.

Karyanya yang pertama, Fairish, sudah memasuki cetakan ke-10, dan pernah dijadikan serial televisi oleh TV7. Selain itu, ia juga menulis novel-novel lain yang menjadi best-seller, seperti Cewek!!!, Still, Dia, Tanpa Aku, dan tentu saja, trilogi Jingga dan Senja1.

Detail Novel

Berikut adalah detail novel Jingga dan Senja yang perlu kamu ketahui:

  • Judul: Jingga dan Senja
  • Pengarang: Esti Kinasih
  • Genre: Fiksi, , Remaja
  • Bab: 21
  • Bahasa: Indonesia
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Peringkat: 4,07/5,00 di Goodreads

Bagaimana Sinopsis Novel Jingga dan Senja?

Novel Jingga dan Senja bercerita tentang Tari dan Ari, dua remaja yang dipertemukan oleh takdir. Selain bernama mirip, mereka juga sama-sama lahir sewaktu matahari terbenam. Namun, takdir mempertemukan mereka dalam suasana “perang”.