Novel Classroom of the Elite by Shogo Kinugasa

Avatar of Rediksia
Novel Classroom of the Elite by Shogo Kinugasa
Novel Classroom of the Elite by Shogo Kinugasa

DIKSIA.COM - adalah salah satu seri light yang paling populer di Jepang maupun di luar negeri. Seri ini ditulis oleh Shōgo Kinugasa dan diilustrasikan oleh Shunsaku Tomose. Seri ini telah diadaptasi menjadi dan , yang keduanya masih berlanjut hingga saat ini.

Novel ini bercerita tentang kehidupan di SMA Tokyo Metropolitan Advanced Nurturing, sebuah sekolah elit yang mengajarkan doktrin kemampuan kepada para siswanya. Di sekolah ini, para siswa diberi kebebasan yang luar biasa, asalkan mereka bisa menang, berdagang, atau menghemat poin untuk naik peringkat.

Novel ini mengikuti kisah Ayanokoji Kiyotaka, seorang siswa yang berada di , kelas terendah yang dipandang sebelah mata. Dia bertemu dengan Horikita Suzune, seorang gadis yang bertekad untuk naik ke kelas A. Bisakah mereka mengalahkan sistem di sekolah di mana persaingan sengit adalah nama permainannya?

Detail Novel

Pernahkah kamu membayangkan sekolah yang mengukur kemampuan siswanya dengan poin, bukan nilai? Di sinilah “” membawa kita ke dunia yang penuh dan .

, sang protagonis, terdampar di , kelas terendah di SMA Koudo Ikusei. Di sekolah ini, poin menentukan segalanya, dari makanan hingga tempat tinggal. Ditambah lagi, sistem kelas yang kompetitif mendorong perselisihan antar siswa.

Berikut adalah detail novel Classroom of the Elite:

  • Judul: Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e (ようこそ実力至上主義の教室へ)
  • Pengarang: Shogo Kinugasa (きぬがさ しょうご)
  • Genre: Drama, Psikologis, Thriller
  • Bab: 22 Volume (), 14 Volume ()
  • Bahasa: Jepang (Bahasa Inggris dan Indonesia tersedia)
  • Penerbit: Yen Press (Bahasa Inggris), Penerbit Haru (Bahasa Indonesia)
  • Peringkat: #14 di MyAnimeList (), #8.4 di Goodreads

Sinopsis

Tokyo Metropolitan Advanced Nurturing High School adalah sekolah impian bagi banyak orang. Sekolah ini memiliki fasilitas yang canggih, guru-guru yang berkualitas, dan kurikulum yang fleksibel. Namun, di balik semua itu, terdapat sebuah sistem yang kejam dan tidak adil. Sekolah ini membagi para siswanya menjadi empat kelas, dari A hingga D, berdasarkan kemampuan mereka.