Majas Metafora: Gaya Bahasa yang Membuat Tulisanmu Lebih Menarik

Avatar of Rediksia
Majas Metafora: Gaya Bahasa yang Membuat Tulisanmu Lebih Menarik
Majas Metafora: Gaya Bahasa yang Membuat Tulisanmu Lebih Menarik

DIKSIA.COM - Apakah kamu pernah mendengar istilah ? adalah salah satu yang sering digunakan dalam maupun tulisan non-sastra. Majas metafora dapat membuat tulisanmu lebih hidup, menarik, dan bermakna dengan menggunakan kata atau frasa yang bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. Namun, bagaimana cara menggunakan majas metafora dengan baik dan benar? Apa saja jenis, ciri-ciri, contoh, dan perbedaannya dengan majas lain? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Apa itu Majas Metafora?

Majas metafora adalah yang menggunakan kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan1. Majas metafora termasuk ke dalam jenis majas perbandingan atau majas persamaan. Majas metafora sering digunakan dalam , seperti cerpen, puisi, novel, dan drama, untuk menambah rasa dan kesan pada tulisan. Majas metafora juga dapat digunakan dalam tulisan non-sastra, seperti artikel, esai, opini, dan lain-lain, untuk membuat tulisan lebih hidup dan menarik.

Ciri-Ciri Majas Metafora

Majas metafora memiliki beberapa ciri-ciri, antara lain:

  • Majas metafora menggambarkan sesuatu dengan perbandingan secara langsung dan tepat atas dasar sifat yang hampir mirip atau sama2.
  • Majas metafora tidak menggunakan kata penghubung, seperti bak, laksana, serupa, ibarat, dan sebagainya3. Majas metafora langsung menuju atau menggunakan kata kiasan tersebut.
  • Majas metafora dapat berupa kata tunggal, frasa, atau kalimat4. Contoh: bintang, tangan kanan, raja hutan, dan lain-lain.
  • Majas metafora dapat berupa perbandingan antara benda fisik, sifat, ide, atau perbuatan4. Contoh: bunga bangsa, kembang desa, binatang jalang, dan lain-lain.

Jenis Majas Metafora

Majas metafora dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Metafora eksplisit (in praesentia), yaitu metafora yang menyebutkan kedua hal yang dibandingkan secara jelas5. Contoh: “Pemuda adalah tulang punggung negara.” Di sini, pemuda dibandingkan dengan tulang punggung yang merupakan bagian penting dari tubuh.
  • Metafora implisit (in absentia), yaitu metafora yang hanya menyebutkan salah satu hal yang dibandingkan, sedangkan hal lainnya tersirat5. Contoh: “Dia adalah singa di lapangan.” Di sini, singa merupakan metafora untuk menggambarkan sifat pemberani dan kuat dari seseorang, sedangkan lapangan merupakan tempat di mana seseorang menunjukkan kemampuannya.
  • Metafora lama atau usang, yaitu metafora yang sudah begitu umum digunakan sehingga kehilangan makna kiasannya5. Contoh: “Matahari terbit di timur.” Di sini, matahari bukanlah mata yang sebenarnya, tetapi sudah menjadi istilah yang lazim untuk menyebut benda langit yang bersinar di pagi hari.

Contoh Majas Metafora

Berikut adalah beberapa contoh majas metafora dalam kalimat:

  • Aku adalah bintang kelas yang selalu bersinar di mata guru.
  • Winda memang kembang desa di kampung ini, wajar banyak pemuda yang ingin mendekatinya.
  • Berita investigasi itu ditulis kuli tinta yang berwawasan luas.
  • Yuni belum juga bangun meskipun raja siang sudah mengintip dari balik jendela.
  • Bu Sisil pergi untuk memohon pada lintah darat karena utang pinjaman daringnya sudah ditagih.
  • Melihat prestasi para ilmuwan, Bambang giat belajar agar jadi bunga bangsa bagi Indonesia.
  • Singa memang kuat, tak heran si raja hutan menguasai rimba.
  • Beberapa pekerjaan sudah diselesaikan dengan baik oleh tangan kanan Pak Bobi.
  • Prestasi Ardi yang selalu jadi bintang kelas semakin membuat bangga ibunya.
  • Aku ini binatang jalang dari kumpulan yang terbuang.

Perbedaan Majas Metafora dengan Majas Lain

Majas metafora sering kali disamakan atau disalahartikan dengan majas lain, terutama majas perumpamaan dan majas personifikasi. Berikut adalah perbedaan majas metafora dengan majas lain:

  • Majas perumpamaan adalah majas yang mengungkapkan perbandingan dengan menggunakan kata penghubung, seperti bak, laksana, serupa, ibarat, dan sebagainya. Contoh: “Wajahnya putih laksana kapas.” Di sini, wajah dibandingkan dengan kapas dengan menggunakan kata laksana.
  • Majas personifikasi adalah majas yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati, binatang, atau hal abstrak. Contoh: “Angin berbisik di telingaku.” Di sini, angin diberi sifat berbisik yang merupakan perbuatan manusia.
  • Majas alegori adalah majas yang menggunakan metafora secara beruntun atau berkelanjutan untuk menyampaikan suatu makna tertentu. Contoh: “Aku ini binatang jalang dari kumpulan yang terbuang. Gembala memukuliku dengan tongkatnya. Aku terluka, tapi tak berdarah.” Di sini, binatang jalang, gembala, tongkat, luka, dan darah merupakan metafora yang digunakan untuk menggambarkan nasib seseorang yang tersisih dan menderita.

Tips Menggunakan Majas Metafora dengan Baik

Majas metafora dapat membuat tulisanmu lebih menarik dan bermakna, tetapi juga dapat membuat tulisanmu menjadi kabur dan membingungkan jika tidak digunakan dengan baik. Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan majas metafora dengan baik:

  • Pilih kata atau frasa yang tepat untuk menggambarkan hal yang ingin kamu sampaikan. Jangan menggunakan kata atau frasa yang terlalu jauh atau tidak relevan dengan hal yang kamu bandingkan. Contoh: “Dia adalah naga di kantor.” Di sini, naga mungkin digunakan untuk menggambarkan sifat galak atau berkuasa, tetapi juga dapat menimbulkan kesan negatif atau tidak masuk akal.
  • Jangan menggunakan terlalu banyak metafora dalam satu tulisan. Hal ini dapat membuat tulisanmu menjadi berlebihan atau sulit dipahami. Gunakan metafora secukupnya dan sesuai dengan konteks tulisanmu. Contoh: “Dia adalah bunga yang mekar di taman. Dia juga adalah bintang yang bersinar di langit. Dia juga adalah mutiara yang berkilau di laut.” Di sini, penggunaan metafora terlalu banyak dan tidak konsisten, sehingga membuat tulisan menjadi tidak fokus dan klise.
  • Jangan menggunakan metafora yang sudah usang atau klise. Hal ini dapat membuat tulisanmu menjadi tidak orisinal atau menarik. Coba cari metafora yang baru atau unik, yang dapat menunjukkan kreativitas dan gaya bahasamu. Contoh: “Dia adalah mata air di padang pasir.” Di sini, metafora ini sudah terlalu sering digunakan dan tidak menarik lagi. Coba ganti dengan metafora lain, misalnya “Dia adalah oase di tengah gurun.”

Demikian artikel tentang majas metafora. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu kamu dalam menulis dengan gaya bahasa yang lebih menarik.