Cara Menulis Resensi Novel yang Menarik dan Bermutu

RediksiaSelasa, 30 Januari 2024 | 12:19 WIB
Cara Menulis Resensi Novel yang Menarik dan Bermutu
Cara Menulis Resensi Novel yang Menarik dan Bermutu

DIKSIA.COM - Apakah kamu suka membaca novel? Apakah kamu pernah merasa terinspirasi atau terkesan dengan novel yang kamu baca? Apakah kamu ingin berbagi pendapatmu tentang novel tersebut dengan orang lain? Jika jawabanmu ya, maka kamu mungkin tertarik untuk menulis .

adalah sebuah tulisan yang berisi ulasan atau penilaian tentang sebuah novel, baik itu novel fiksi maupun nonfiksi. Resensi novel biasanya ditulis oleh pembaca, pengamat, kritikus, atau penulis lain yang memiliki kompetensi atau minat terhadap novel tersebut. Resensi novel bertujuan untuk memberikan informasi, apresiasi, kritik, atau rekomendasi tentang novel yang diulas kepada pembaca lain.

Menulis resensi novel bukanlah hal yang mudah. Kamu harus bisa menyampaikan pendapatmu dengan jelas, objektif, dan menarik. Kamu juga harus memperhatikan struktur, bahasa, dan etika dalam menulis resensi novel. Kamu tidak boleh asal menulis atau menjiplak resensi novel orang lain. Kamu harus memiliki sudut pandang dan gaya tulisan yang unik dan bermutu.

Lalu, bagaimana yang baik? Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu ikuti:

1. Membaca Novel dengan Cermat

Langkah pertama dan paling penting dalam menulis resensi novel adalah membaca novel yang akan kamu resensikan dengan cermat. Kamu harus memahami isi, tema, alur, tokoh, latar, gaya bahasa, dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis novel. Kamu juga harus mencatat hal-hal yang menarik, mengganggu, atau membingungkan kamu saat membaca novel tersebut.

2. Menentukan Fokus dan Sudut Pandang

Setelah membaca novel, kamu harus menentukan fokus dan sudut pandang resensimu. Fokus adalah hal utama yang ingin kamu bahas atau soroti dalam resensimu. Sudut pandang adalah cara kamu melihat atau menilai novel tersebut. Fokus dan sudut pandang harus sesuai dengan tujuan dan sasaran resensimu. Misalnya, jika kamu ingin menulis resensi novel untuk anak-anak, maka fokus dan sudut pandangmu harus berbeda dengan jika kamu menulis resensi novel untuk dewasa.

3. Menyusun Kerangka Resensi

Kerangka resensi adalah rangkaian poin-poin utama yang akan kamu tulis dalam resensimu. Kerangka resensi akan membantu kamu mengatur alur dan struktur resensimu. Kerangka resensi biasanya terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  • Pendahuluan. Di bagian ini, kamu harus memberikan informasi dasar tentang novel yang kamu resensikan, seperti judul, penulis, penerbit, tahun terbit, genre, dan sinopsis singkat. Kamu juga harus menuliskan fokus dan sudut pandang resensimu, serta memberikan gambaran umum tentang novel tersebut.
  • Isi. Di bagian ini, kamu harus menuliskan ulasan atau penilaianmu tentang novel tersebut secara lebih rinci dan mendalam. Kamu harus menyebutkan kelebihan dan kekurangan novel tersebut, serta memberikan contoh-contoh yang mendukung pendapatmu. Kamu juga harus membandingkan novel tersebut dengan novel lain yang sejenis atau berhubungan. Kamu harus membagi bagian ini menjadi beberapa subjudul sesuai dengan topik yang kamu bahas.
  • Penutup. Di bagian ini, kamu harus menyimpulkan resensimu dengan menegaskan kembali fokus dan sudut pandangmu, serta memberikan kesan akhir atau saran tentang novel tersebut. Kamu juga harus menuliskan kepada siapa novel tersebut ditujukan atau direkomendasikan, serta mengajak pembaca untuk membaca novel tersebut.

4. Menulis Resensi dengan Bahasa yang Baik

Setelah menyusun kerangka resensi, kamu harus menulis resensi dengan bahasa yang baik. Bahasa yang baik adalah bahasa yang jelas, tepat, efektif, dan menarik. Kamu harus menggunakan kata-kata yang sesuai dengan makna dan konteks, serta menghindari kata-kata yang ambigu, berlebihan, atau menyinggung. Kamu juga harus menggunakan kalimat yang padat, logis, dan koheren, serta menghindari kalimat yang panjang, rumit, atau berbelit-belit. Kamu juga harus menggunakan tanda baca, ejaan, dan tata bahasa yang benar, serta menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat mengurangi kualitas resensimu.

5. Menambahkan Unsur-Unsur Pendukung

Untuk membuat resensimu lebih menarik dan bermutu, kamu bisa menambahkan unsur-unsur pendukung, seperti:

  • Kutipan. Kamu bisa mengutip beberapa kalimat atau paragraf dari novel yang kamu resensikan untuk memperkuat atau mengilustrasikan pendapatmu. Kamu harus menggunakan tanda kutip dan menyebutkan halaman atau bab di mana kutipan tersebut diambil. Kamu juga harus menghindari kutipan yang terlalu panjang atau terlalu banyak.
  • Gambar. Kamu bisa menyertakan gambar yang berkaitan dengan novel yang kamu resensikan, seperti sampul, ilustrasi, atau foto penulis. Gambar ini bisa membantu pembaca untuk mengenali atau memvisualisasikan novel tersebut. Kamu harus memberikan keterangan atau sumber gambar yang kamu gunakan.
  • Referensi. Kamu bisa menyebutkan sumber-sumber lain yang berhubungan dengan novel yang kamu resensikan, seperti buku, artikel, situs web, atau media sosial. Referensi ini bisa membantu pembaca untuk mendapatkan informasi atau pandangan yang lebih luas atau berbeda tentang novel tersebut. Kamu harus mencantumkan referensi yang kamu gunakan dengan cara yang benar dan etis.

6. Merevisi dan Mengedit Resensi

Langkah terakhir dalam menulis resensi novel adalah merevisi dan mengedit resensi yang telah kamu tulis. Kamu harus membaca kembali resensimu dengan kritis dan teliti, serta memeriksa apakah ada hal-hal yang perlu diperbaiki atau disempurnakan. Kamu harus memastikan bahwa resensimu:

  • Sesuai dengan fokus dan sudut pandang yang kamu tentukan
  • Menyajikan ulasan atau penilaian yang objektif, jujur, dan berimbang
  • Menggunakan bahasa yang baik dan benar
  • Memiliki struktur yang jelas dan rapi
  • Menarik dan bermanfaat bagi pembaca

Kamu juga bisa meminta bantuan orang lain, seperti teman, guru, atau editor, untuk membaca dan memberikan masukan atau koreksi terhadap resensimu. Kamu harus menerima dan mempertimbangkan masukan atau koreksi tersebut dengan positif dan terbuka, serta melakukan perbaikan yang diperlukan.