Apa itu Novel? Pengertian, Ciri, Unsur, dan Contoh Novel

RediksiaSelasa, 30 Januari 2024 | 12:40 WIB
Apa itu Novel? Pengertian, Ciri, Unsur, dan Contoh Novel
Apa itu Novel? Pengertian, Ciri, Unsur, dan Contoh Novel

DIKSIA.COM - adalah salah satu jenis yang sangat populer di kalangan pembaca. Novel bisa menghibur, menginspirasi, bahkan mengubah cara pandang kita terhadap dunia. Tapi, apa sebenarnya novel itu? Bagaimana novel bisa menjadi karya sastra yang menarik dan bermakna? Simak penjelasan lengkap tentang novel di artikel ini!

Pengertian Novel

Novel adalah karya prosa fiksi yang berisi rangkaian cerita kehidupan seseorang atau sekelompok orang dengan menonjolkan watak dan sifat setiap tokoh1. Novel biasanya memiliki panjang yang cukup tebal, karena menceritakan peristiwa yang kompleks dan melibatkan banyak tokoh. Novel juga bersifat imajinatif, artinya ceritanya merupakan hasil rekaan penulis, meskipun bisa juga mengandung unsur-unsur nyata atau sejarah2.

Novel berasal dari kata novella yang berarti cerita pendek dalam bentuk prosa3. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, novel menjadi lebih panjang dan lebih kompleks daripada novella. Novel juga memiliki berbagai genre atau tema, seperti roman, horor, fantasi, thriller, komedi, dan sebagainya. Genre novel bisa menentukan gaya bahasa, suasana, dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

Ciri-Ciri Novel

Novel memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis karya sastra lainnya, seperti cerpen, drama, atau puisi. Berikut adalah beberapa yang umum ditemukan:

  • Novel berbentuk prosa, yaitu bentuk bahasa yang tidak terikat oleh rima, irama, atau baris. Novel menggunakan kalimat-kalimat yang berhubungan secara logis dan runtut untuk menyampaikan cerita.
  • Novel bersifat fiksi, yaitu cerita yang dibuat oleh penulis berdasarkan imajinasi atau khayalan. Novel tidak harus menceritakan fakta atau kebenaran yang sesuai dengan kenyataan, meskipun bisa juga mengambil latar belakang atau tokoh dari dunia nyata.
  • Novel memiliki alur atau plot, yaitu susunan peristiwa yang membentuk cerita. Alur novel biasanya terdiri dari pengenalan, konflik, klimaks, dan penyelesaian. Alur novel bisa bersifat kronologis, yaitu mengikuti urutan waktu, atau tidak kronologis, yaitu melompat-lompat antara masa lalu, sekarang, dan masa depan.
  • Novel memiliki tokoh atau karakter, yaitu orang-orang yang terlibat dalam cerita. Tokoh novel bisa berupa manusia, binatang, makhluk gaib, atau benda mati yang diberi sifat manusiawi. Tokoh novel biasanya dibedakan menjadi tokoh utama, tokoh pembantu, dan tokoh antagonis. Tokoh novel juga memiliki watak atau sifat, yaitu ciri-ciri kepribadian yang menentukan perilaku dan sikap tokoh.
  • Novel memiliki latar atau setting, yaitu tempat, waktu, dan suasana yang menjadi lokasi terjadinya cerita. Latar novel bisa berupa tempat nyata, seperti kota, desa, atau negara tertentu, atau tempat fiktif, seperti dunia paralel, planet lain, atau alam mimpi. Latar novel juga bisa berupa waktu nyata, seperti masa kini, masa lalu, atau masa depan, atau waktu fiktif, seperti zaman prasejarah, zaman nuklir, atau zaman fantasi. Latar novel juga bisa berupa suasana nyata, seperti suasana gembira, sedih, atau tegang, atau suasana fiktif, seperti suasana magis, misterius, atau menakutkan.
  • Novel memiliki tema atau ide pokok, yaitu gagasan atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita. Tema novel bisa berupa masalah sosial, politik, budaya, moral, agama, psikologi, atau lainnya. Tema novel bisa juga berupa pertanyaan, pernyataan, atau ajakan yang menggugah pembaca untuk berpikir atau bertindak.

Unsur-Unsur Novel

Novel dibangun oleh beberapa unsur yang saling berkaitan dan mempengaruhi makna cerita. dibagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang ada di dalam novel itu sendiri, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang ada di luar novel yang mempengaruhi novel. Berikut adalah penjelasan singkat tentang unsur-unsur novel:

Unsur Intrinsik Novel

Unsur intrinsik novel adalah unsur-unsur yang membentuk novel secara keseluruhan. Unsur intrinsik novel meliputi:

  • Tema, yaitu ide pokok atau gagasan utama yang menjadi dasar cerita. Tema novel bisa berupa pertanyaan, pernyataan, atau ajakan yang menggugah pembaca untuk berpikir atau bertindak. Contoh tema novel adalah cinta, persahabatan, keadilan, kebebasan, kesetiaan, dan sebagainya.
  • Alur, yaitu susunan peristiwa yang membentuk cerita. Alur novel biasanya terdiri dari pengenalan, konflik, klimaks, dan penyelesaian. Alur novel bisa bersifat kronologis, yaitu mengikuti urutan waktu, atau tidak kronologis, yaitu melompat-lompat antara masa lalu, sekarang, dan masa depan. Contoh alur novel adalah alur maju, alur mundur, alur campuran, alur paralel, dan sebagainya.
  • Tokoh, yaitu orang-orang yang terlibat dalam cerita. Tokoh novel bisa berupa manusia, binatang, makhluk gaib, atau benda mati yang diberi sifat manusiawi. Tokoh novel biasanya dibedakan menjadi tokoh utama, tokoh pembantu, dan tokoh antagonis. Tokoh novel juga memiliki watak atau sifat, yaitu ciri-ciri kepribadian yang menentukan perilaku dan sikap tokoh. Contoh tokoh novel adalah tokoh protagonis, tokoh antagonis, tokoh tritagonis, tokoh dinamis, tokoh statis, dan sebagainya.
  • Latar, yaitu tempat, waktu, dan suasana yang menjadi lokasi terjadinya cerita. Latar novel bisa berupa tempat nyata, seperti kota, desa, atau negara tertentu, atau tempat fiktif, seperti dunia paralel, planet lain, atau alam mimpi. Latar novel juga bisa berupa waktu nyata, seperti masa kini, masa lalu, atau masa depan, atau waktu fiktif, seperti zaman prasejarah, zaman nuklir, atau zaman fantasi. Latar novel juga bisa berupa suasana nyata, seperti suasana gembira, sedih, atau tegang, atau suasana fiktif, seperti suasana magis, misterius, atau menakutkan. Contoh latar novel adalah latar tempat, latar waktu, latar suasana, latar sosial, dan sebagainya.
  • Sudut pandang novel bisa juga berupa sudut pandang orang ketiga serba tahu, yaitu penulis menggunakan kata ganti orang ketiga untuk menceritakan cerita dari sudut pandang orang lain, namun juga mengetahui segala pikiran, perasaan, dan rahasia tokoh-tokoh dalam cerita. Sudut pandang ini memberi kebebasan kepada penulis untuk mengungkapkan apa saja yang ingin diketahui oleh pembaca, tanpa terbatas oleh sudut pandang satu tokoh saja. Contoh sudut pandang novel adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu, yaitu sudut pandang yang digunakan oleh J.R.R. Tolkien dalam novel The Lord of the Rings, yang menceritakan tentang petualangan Frodo Baggins dan teman-temannya untuk menghancurkan Cincin Sakti di Gunung Doom, sambil dikejar-kejar oleh musuh-musuh yang ingin merebut cincin tersebut
  • Gaya bahasa, yaitu cara penulis menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita. Gaya bahasa novel bisa berupa pilihan kata, kalimat, majas, atau diksi yang sesuai dengan genre, tema, atau karakter novel. Gaya bahasa novel bisa juga berupa dialog, monolog, deskripsi, narasi, atau eksposisi yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, atau kejadian dalam cerita. Contoh gaya bahasa novel adalah gaya bahasa sederhana, gaya bahasa baku, gaya bahasa kiasan, gaya bahasa humoris, dan sebagainya.
  • Amanat, yaitu pesan moral atau nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita. Amanat novel bisa berupa nasihat, kritik, sindiran, pujian, atau motivasi yang ditujukan kepada pembaca atau masyarakat. Amanat novel bisa juga berupa hikmah, pelajaran, atau kesimpulan yang bisa dipetik dari cerita. Contoh amanat novel adalah amanat tentang cinta, amanat tentang kejujuran, amanat tentang toleransi, amanat tentang keberanian, dan sebagainya.

Unsur Ekstrinsik Novel

Unsur ekstrinsik novel adalah unsur-unsur yang ada di luar novel yang mempengaruhi novel. Unsur ekstrinsik novel meliputi:

  • Latar belakang penulis, yaitu informasi tentang penulis yang berkaitan dengan novel yang ditulisnya. Latar belakang penulis bisa berupa biografi, pendidikan, pekerjaan, pengalaman, minat, atau pandangan hidup penulis. Latar belakang penulis bisa mempengaruhi tema, alur, tokoh, latar, gaya bahasa, atau amanat novel yang ditulisnya. Contoh latar belakang penulis adalah latar belakang sosial, latar belakang budaya, latar belakang sejarah, latar belakang psikologis, dan sebagainya.
  • Latar belakang masyarakat, yaitu informasi tentang masyarakat yang berkaitan dengan novel yang ditulisnya. Latar belakang masyarakat bisa berupa kondisi sosial, politik, ekonomi, budaya, agama, atau ideologi masyarakat pada waktu dan tempat tertentu. Latar belakang masyarakat bisa mempengaruhi tema, alur, tokoh, latar, gaya bahasa, atau amanat novel yang ditulisnya. Contoh latar belakang masyarakat adalah latar belakang zaman, latar belakang geografis, latar belakang ideologis, latar belakang religius, dan sebagainya.

Contoh Novel

Untuk memahami lebih jelas tentang novel, berikut adalah beberapa yang terkenal di Indonesia dan dunia, beserta pengertian, ciri, unsur, dan tema novelnya:

Novel Laskar Pelangi

, novel karya Andrea Hirata yang menceritakan tentang kehidupan anak-anak dari keluarga miskin yang bersekolah di SD Muhammadiyah di Belitung. Novel ini memiliki sebagai karya prosa fiksi yang berisi rangkaian cerita kehidupan sekelompok orang dengan menonjolkan watak dan sifat setiap tokoh. Novel ini memiliki ciri-ciri novel sebagai berikut:

  • Novel berbentuk prosa, yaitu menggunakan kalimat-kalimat yang berhubungan secara logis dan runtut untuk menyampaikan cerita.
  • Novel bersifat fiksi, yaitu cerita yang dibuat oleh penulis berdasarkan imajinasi atau khayalan, meskipun mengambil latar belakang dan tokoh dari dunia nyata.
  • Novel memiliki alur atau plot, yaitu susunan peristiwa yang membentuk cerita. Novel ini menggunakan alur maju, yaitu mengikuti urutan waktu dari masa kecil hingga dewasa tokoh utama, Ikal.
  • Novel memiliki tokoh atau karakter, yaitu orang-orang yang terlibat dalam cerita. Novel ini memiliki tokoh utama, yaitu Ikal, yang merupakan narator sekaligus protagonis cerita. Novel ini juga memiliki tokoh pembantu, yaitu Lintang, Mahar, A Kiong, dan lain-lain, yang merupakan teman-teman Ikal di sekolah. Novel ini juga memiliki tokoh antagonis, yaitu Bintang, yang merupakan anak orang kaya yang sombong dan suka mengganggu Ikal dan teman-temannya. Novel ini juga memiliki watak atau sifat, yaitu ciri-ciri kepribadian yang menentukan perilaku dan sikap tokoh. Novel ini memiliki watak tokoh utama, yaitu Ikal, yang merupakan anak yang cerdas, berani, dan pantang menyerah. Novel ini juga memiliki watak tokoh pembantu, yaitu Lintang, yang merupakan anak yang jenius, rajin, dan setia. Novel ini juga memiliki watak tokoh antagonis, yaitu Bintang, yang merupakan anak yang sombong, jahat, dan iri.
  • Novel memiliki latar atau setting, yaitu tempat, waktu, dan suasana yang menjadi lokasi terjadinya cerita. Novel ini memiliki latar tempat, yaitu Belitung, yang merupakan pulau yang kaya akan tambang timah, namun juga miskin dan tertinggal. Novel ini juga memiliki latar waktu, yaitu tahun 1970-an hingga 1990-an, yang merupakan masa pemerintahan Orde Baru yang represif dan korup. Novel ini juga memiliki latar suasana, yaitu suasana haru, lucu, dan menyentuh, yang menggambarkan perjuangan dan persahabatan anak-anak miskin di Belitung.
  • Novel memiliki tema atau ide pokok, yaitu gagasan atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita. Novel ini memiliki tema tentang pendidikan, yaitu pentingnya pendidikan bagi anak-anak miskin untuk meraih cita-cita dan mengubah nasib. Novel ini juga memiliki tema tentang persahabatan, yaitu kekuatan persahabatan yang bisa mengatasi segala rintangan dan kesulitan. Novel ini juga memiliki tema tentang cinta, yaitu cinta yang tulus dan tak berkesudahan antara Ikal dan A Ling, gadis cantik yang menjadi pujaan hatinya.

Novel Harry Potter

, novel karya J.K. Rowling yang menceritakan tentang petualangan Harry Potter, seorang anak yatim piatu yang ternyata merupakan seorang penyihir, bersama teman-temannya di sekolah sihir Hogwarts. Novel ini memiliki pengertian novel sebagai karya prosa fiksi yang berisi rangkaian cerita kehidupan seorang atau sekelompok orang dengan menonjolkan watak dan sifat setiap tokoh. Novel ini memiliki ciri-ciri novel sebagai berikut:

  • Novel berbentuk prosa, yaitu menggunakan kalimat-kalimat yang berhubungan secara logis dan runtut untuk menyampaikan cerita.
  • Novel bersifat fiksi, yaitu cerita yang dibuat oleh penulis berdasarkan imajinasi atau khayalan, yang mengandung unsur-unsur magis, fantastis, dan mitologis.
  • Novel memiliki alur atau plot, yaitu susunan peristiwa yang membentuk cerita. Novel ini menggunakan alur campuran, yaitu melompat-lompat antara masa lalu, sekarang, dan masa depan, untuk mengungkapkan rahasia-rahasia yang berkaitan dengan Harry Potter dan musuhnya, Lord Voldemort.
  • Novel memiliki tokoh atau karakter, yaitu orang-orang yang terlibat dalam cerita. Novel ini memiliki tokoh utama, yaitu Harry Potter, yang merupakan narator sekaligus protagonis cerita. Novel ini juga memiliki tokoh pembantu, yaitu Ron Weasley dan Hermione Granger, yang merupakan teman-teman Harry Potter di sekolah sihir. Novel ini juga memiliki tokoh antagonis, yaitu Lord Voldemort, yang merupakan penyihir jahat yang ingin membunuh Harry Potter dan menguasai dunia sihir. Novel ini juga memiliki watak atau sifat, yaitu ciri-ciri kepribadian yang menentukan perilaku dan sikap tokoh. Novel ini memiliki watak tokoh utama, yaitu Harry Potter, yang merupakan anak yang berani, jujur, dan setia.
  • Novel memiliki latar atau setting, yaitu tempat, waktu, dan suasana yang menjadi lokasi terjadinya cerita. Novel ini memiliki latar tempat, yaitu dunia sihir, yang merupakan dunia yang tersembunyi dari dunia manusia biasa, yang penuh dengan makhluk-makhluk magis, benda-benda ajaib, dan tempat-tempat menakjubkan. Novel ini juga memiliki latar waktu, yaitu tahun 1991 hingga 1998, yang merupakan masa di mana Harry Potter bersekolah di Hogwarts dan menghadapi ancaman Lord Voldemort. Novel ini juga memiliki latar suasana, yaitu suasana seru, menegangkan, dan mengharukan, yang menggambarkan petualangan dan pertempuran Harry Potter dan teman-temannya melawan kegelapan.
  • Novel memiliki tema atau ide pokok, yaitu gagasan atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita. Novel ini memiliki tema tentang sihir, yaitu keajaiban dan keindahan dunia sihir yang bisa membuat kita berimajinasi dan bermimpi. Novel ini juga memiliki tema tentang kebaikan, yaitu kekuatan kebaikan yang bisa mengalahkan kejahatan, meskipun harus mengorbankan banyak hal. Novel ini juga memiliki tema tentang persahabatan, yaitu pentingnya persahabatan yang bisa memberi dukungan, kepercayaan, dan kebahagiaan dalam hidup.

Novel Negeri 5 Menara

, novel karya Ahmad Fuadi yang menceritakan tentang kehidupan enam anak laki-laki yang bersekolah di Pondok Madani, sebuah pesantren di Jawa Barat. Novel ini memiliki pengertian novel sebagai karya prosa fiksi yang berisi rangkaian cerita kehidupan seorang atau sekelompok orang dengan menonjolkan watak dan sifat setiap tokoh. Novel ini memiliki ciri-ciri novel sebagai berikut:

  • Novel berbentuk prosa, yaitu menggunakan kalimat-kalimat yang berhubungan secara logis dan runtut untuk menyampaikan cerita.
  • Novel bersifat fiksi, yaitu cerita yang dibuat oleh penulis berdasarkan imajinasi atau khayalan, meskipun mengambil latar belakang dan tokoh dari dunia nyata.
  • Novel memiliki alur atau plot, yaitu susunan peristiwa yang membentuk cerita. Novel ini menggunakan alur maju, yaitu mengikuti urutan waktu dari masa remaja hingga dewasa tokoh utama, Alif.
  • Novel memiliki tokoh atau karakter, yaitu orang-orang yang terlibat dalam cerita. Novel ini memiliki tokoh utama, yaitu Alif, yang merupakan narator sekaligus protagonis cerita. Novel ini juga memiliki tokoh pembantu, yaitu Raja, Said, Dulmajid, Atang, dan Baso, yang merupakan teman-teman Alif di pesantren. Novel ini juga memiliki watak atau sifat, yaitu ciri-ciri kepribadian yang menentukan perilaku dan sikap tokoh. Novel ini memiliki watak tokoh utama, yaitu Alif, yang merupakan anak yang cerdas, berbakat, dan bercita-cita tinggi. Novel ini juga memiliki watak tokoh pembantu, yaitu Raja, yang merupakan anak yang humoris, optimis, dan suka menulis. Novel ini juga memiliki watak tokoh pembantu, yaitu Said, yang merupakan anak yang pendiam, tekun, dan suka membaca.
  • Novel memiliki latar atau setting, yaitu tempat, waktu, dan suasana yang menjadi lokasi terjadinya cerita. Novel ini memiliki latar tempat, yaitu Pondok Madani, yang merupakan pesantren yang memiliki sistem pendidikan yang ketat, disiplin, dan religius. Novel ini juga memiliki latar waktu, yaitu tahun 1990-an hingga 2000-an, yang merupakan masa di mana Alif dan teman-temannya bersekolah di pesantren, kuliah di universitas, dan bekerja di berbagai bidang. Novel ini juga memiliki latar suasana, yaitu suasana inspiratif, motivatif, dan menyentuh, yang menggambarkan perjuangan dan impian Alif dan teman-temannya untuk meraih negeri 5 menara, yaitu Amerika, Inggris, Prancis, Mesir, dan Arab Saudi.
  • Novel memiliki tema atau ide pokok, yaitu gagasan atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita. Novel ini memiliki tema tentang cita-cita, yaitu pentingnya memiliki cita-cita yang tinggi dan berusaha keras untuk mewujudkannya. Novel ini juga memiliki tema tentang agama, yaitu pentingnya menjalankan agama dengan baik dan benar, tanpa mengabaikan ilmu dan dunia. Novel ini juga memiliki tema tentang persahabatan, yaitu pentingnya menjaga persahabatan yang bisa memberi semangat, bantuan, dan doa dalam mencapai cita-cita.

Demikianlah artikel tentang pengertian novel, ciri-ciri novel, unsur-unsur novel, dan contoh novel. Semoga artikel ini bisa memberi kamu informasi yang bermanfaat dan menambah wawasan kamu tentang novel. Jika kamu suka membaca novel, jangan lupa untuk selalu mengapresiasi karya penulis dengan cara yang baik, seperti memberi ulasan, rekomendasi, atau dukungan. Selamat membaca novel!