Doa akhir tahun dan awal tahun Islam merupakan doa yang banyak dibaca oleh umat Muslim saat pergantian tahun Hijriah. Bacaan ini berisi permohonan ampun atas kesalahan yang telah dilakukan serta harapan agar Allah SWT memberikan keberkahan pada tahun yang akan datang.
Penting untuk diketahui bahwa doa ini memiliki rujukan dalam kitab-kitab doa dan amalan ulama. Namun, para ulama hadis menjelaskan bahwa tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menetapkan bacaan doa akhir tahun maupun awal tahun Hijriah sebagai amalan yang berasal dari Nabi Muhammad SAW.
Ringkasan Artikel
- Doa akhir tahun dan awal tahun banyak diamalkan di berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia.
- Salah satu rujukan yang sering disebut adalah kitab Kanzun Najah wa as-Surur.
- Tidak ada hadis sahih yang secara khusus menetapkan bacaan tersebut.
- Isinya berupa istighfar, taubat, dan permohonan kebaikan kepada Allah SWT.
- Membacanya diperbolehkan sebagai doa umum selama tidak diyakini sebagai sunnah khusus dari Rasulullah SAW.
Mengapa Umat Islam Membaca Doa Saat Pergantian Tahun Hijriah?
Tahun Baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram sering dijadikan momentum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Umat Islam diajak meninjau kembali perjalanan hidup selama setahun terakhir, memperbaiki kesalahan, serta memperbarui niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam suasana tersebut, banyak Muslim memperbanyak doa, istighfar, dzikir, dan amal saleh sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan akan keberkahan di masa mendatang.
Sumber Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Islam
Bacaan doa yang populer di masyarakat tidak berasal dari hadis sahih yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadis utama.
Salah satu rujukan yang sering disebut adalah kitab Kanzun Najah wa as-Surur karya Syekh Abdul Hamid Quddus al-Makki. Dalam kitab tersebut dijelaskan bacaan doa yang dianjurkan dibaca menjelang pergantian tahun Hijriah.
Karena berasal dari tradisi ulama dan kitab amalan, doa ini lebih tepat dipahami sebagai doa yang baik untuk diamalkan, bukan sebagai ibadah yang memiliki dalil khusus dari hadis sahih.
Bacaan Doa Akhir Tahun Islam
Arab
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلُمْتَ عَنِّي مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي. اللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin
Bismillahirrahmanirrahim. Wa shallallahu ta’ala ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fis-sanatil madhiyah mimma nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu, wa nasituhu wa lam tansahu, wa halumta ‘anni ma’a qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da’autani ilat taubati ba’da jara’ati ‘alaika. Allahumma inni astaghfiruka minhu faghfir li. Allahumma wa ma ‘amiltu min ‘amalin tardhahu wa wa’adtani ‘alaihits tsawaba wal ghufrana fataqabbalhu minni wa la taqtha’ raja’i minka ya karimu ya arhamar rahimin. Wa shallallahu ta’ala ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Arti
“Ya Allah, segala amal yang telah aku lakukan sepanjang tahun yang lalu yang Engkau larang namun aku belum bertobat darinya, yang tidak Engkau ridhai, yang aku lupakan tetapi Engkau tidak melupakannya, dan Engkau tetap bersabar terhadapku padahal Engkau mampu menghukumku, serta Engkau mengajakku untuk bertobat setelah keberanianku bermaksiat kepada-Mu, maka aku memohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku. Dan segala amal yang telah aku lakukan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala serta ampunan atasnya, maka terimalah amal itu dariku dan jangan putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Penyayang.”
Bacaan Doa Awal Tahun Islam
Doa awal tahun juga banyak dibaca oleh sebagian umat Islam sebagai bentuk permohonan perlindungan dan petunjuk ketika memasuki tahun yang baru.
Arab
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُودِكَ الْمُعَوَّلُ وَهٰذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin
Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa judikal mu’awwal wa hadza ‘amun jadidun qad aqbal nas’alukal ‘ishmata fihi minasy syaithani wa auliya’ihi wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’ wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa ya dzal jalali wal ikram.
Arti
“Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Kekal dan Maha Awal. Dengan karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu kami bergantung. Ini adalah tahun baru yang telah datang. Kami memohon perlindungan dari setan dan para pengikutnya, memohon pertolongan untuk melawan hawa nafsu yang mendorong kepada keburukan, serta memohon kemampuan untuk melakukan hal-hal yang mendekatkan kami kepada-Mu.”
Kapan Doa Ini Dibaca?
Dalam tradisi yang berkembang di masyarakat, doa akhir tahun biasanya dibaca menjelang terbenam matahari pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.
Sementara itu, doa awal tahun dibaca setelah masuk malam 1 Muharram atau setelah waktu Maghrib yang menandai dimulainya tahun Hijriah yang baru.
Meski demikian, tidak ada ketentuan syariat yang mewajibkan waktu tertentu untuk membacanya.
Keutamaan yang Perlu Dipahami Secara Bijak
Sebagian kitab amalan menyebutkan adanya keutamaan tertentu bagi orang yang membaca doa akhir tahun. Namun keterangan tersebut tidak berasal dari hadis sahih yang disepakati para ulama hadis.
Karena itu, umat Islam sebaiknya memahami doa ini sebagai sarana untuk memperbanyak istighfar, taubat, dan harapan kepada Allah SWT, bukan semata-mata karena mengejar keutamaan tertentu yang belum memiliki dasar hadis yang kuat.
Amalan yang Dianjurkan Menjelang Tahun Baru Islam
Selain membaca doa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan yang memiliki dasar yang jelas dalam syariat, seperti:
- Memperbanyak istighfar.
- Bertaubat dari kesalahan yang telah lalu.
- Membaca Al-Qur’an.
- Berdzikir kepada Allah SWT.
- Memperbanyak sedekah.
- Menjalin silaturahmi.
- Memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak.
Poin Penting yang Perlu Diingat
- Doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah banyak diamalkan oleh umat Islam.
- Salah satu rujukannya terdapat dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur.
- Tidak ada hadis sahih yang secara khusus menetapkan bacaan tersebut.
- Isi doa berfokus pada istighfar, taubat, dan permohonan kebaikan.
- Pergantian tahun Hijriah sebaiknya dijadikan momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah.
FAQ
Apakah doa akhir tahun dan awal tahun wajib dibaca?
Tidak. Tidak ada kewajiban syariat untuk membaca doa tersebut.
Apakah doa ini berasal dari Nabi Muhammad SAW?
Tidak ditemukan hadis sahih yang secara khusus menetapkan bacaan doa akhir tahun maupun awal tahun Hijriah.
Bolehkah membaca doa ini?
Boleh sebagai doa umum yang berisi permohonan kebaikan kepada Allah SWT.
Kapan Tahun Baru Islam dimulai?
Tahun Baru Islam dimulai pada tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriah.
Apakah ada amalan yang lebih utama saat pergantian tahun?
Muhasabah, taubat, istighfar, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan amal saleh merupakan amalan yang memiliki dasar yang lebih jelas dalam syariat.
Referensi
- Al-Qur’an.
- Kitab Kanzun Najah wa as-Surur karya Syekh Abdul Hamid Quddus al-Makki.
- Kementerian Agama Republik Indonesia.
- Fatwa dan penjelasan ulama mengenai doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah.





