Novel grafis Darkness of Dragons, adaptasi kesepuluh dari seri Wings of Fire karya Tui T. Sutherland, dijadwalkan terbit pada 29 Desember 2026 melalui penerbit Scholastic Graphix. Buku ini melanjutkan rangkaian novel grafis yang selama ini konsisten dirilis setiap akhir tahun, menyusul Talons of Power yang terbit Desember 2025.
Berbeda dari novel grafis sebelumnya yang mengambil sudut pandang Turtle, Darkness of Dragons kali ini diceritakan dari perspektif Qibli, dragonet SandWing yang selama ini dikenal cerdik dan penuh strategi. Ilustrasi digarap oleh Mike Holmes, seniman yang sudah menangani seluruh seri adaptasi grafis Wings of Fire sejak jilid pertama pada 2018, sehingga gaya visualnya tetap konsisten dengan buku-buku terdahulu.
Secara garis besar, cerita berpusat pada situasi mendesak yang dihadapi Qibli. Ia menyadari bahwa Darkstalker, naga kuno yang penuh tipu daya, harus dihentikan sebelum terlambat. Persoalannya, Qibli tidak memiliki kekuatan animus seperti Darkstalker. Ia hanya mengandalkan sejumlah benda animus kecil yang dipinjam dari sahabatnya, Turtle, untuk mencoba mengubah jalannya nubuat sebelum semuanya berakhir dalam kehancuran.
Novel aslinya sendiri, Darkness of Dragons, pertama kali terbit pada 25 Juli 2017 dan menjadi penutup dari arc kedua seri ini, yakni The Jade Mountain Prophecy, yang dimulai sejak Moon Rising pada 2014. Dalam format novel grafis, buku ini juga menjadi penanda berakhirnya adaptasi arc tersebut sebelum seri berlanjut ke arc ketiga, The Lost Continent Prophecy.
Kenapa Format Grafis Ini Diminati Pembaca Muda
Wings of Fire dikenal sebagai seri fantasi bertema naga yang telah menembus daftar bestseller New York Times, dengan basis pembaca utama anak-anak dan remaja usia 8 hingga 12 tahun. Kepindahan cerita dari novel teks ke format novel grafis memberi cara baru bagi pembaca untuk menikmati dunia Pyrrhia, terutama bagi mereka yang lebih menyukai visual dibanding deretan teks panjang. Ilustrasi Mike Holmes selama ini mendapat apresiasi karena mampu menghidupkan ekspresi tokoh naga tanpa kehilangan nuansa dramatis dari cerita aslinya.
Pola rilis tahunan yang dijaga penerbit sejak beberapa tahun terakhir turut membangun antisipasi tersendiri di kalangan penggemar. Setiap akhir Desember, komunitas pembaca seri ini sudah terbiasa menantikan jilid baru, dan Darkness of Dragons menjadi kelanjutan wajar dari pola tersebut setelah Talons of Power dirilis pada akhir 2025.
Yang Perlu Diperhatikan Penggemar
Bagi yang sudah membaca novel aslinya, novel grafis ini tetap menawarkan nilai tersendiri karena visualisasi adegan-adegan penting yang sebelumnya hanya bisa dibayangkan lewat deskripsi teks. Sementara bagi pembaca baru yang belum mengikuti seri dari awal, disarankan untuk membaca novel grafis sebelumnya secara berurutan, mengingat cerita di Darkness of Dragons melanjutkan konflik yang sudah dibangun sejak beberapa jilid sebelumnya, terutama terkait ancaman Darkstalker yang mulai muncul di Escaping Peril dan Talons of Power.
Karena tanggal rilis masih beberapa bulan ke depan, sejumlah detail seperti jumlah halaman final atau materi promosi tambahan seperti cover resmi kemungkinan masih akan mengalami pembaruan dari pihak penerbit menjelang masa pra-pesan berakhir. Pembaca yang ingin memastikan mendapatkan edisi cetak pertama sebaiknya memantau kanal resmi Scholastic atau toko buku besar untuk informasi pra-pesan terbaru.





