Mengenal The Forgotten Field, Kisah Putri yang Terbuang

RediksiaSabtu, 11 Juli 2026 | 10:54 WIB
Mengenal The Forgotten Field, Kisah Putri yang Terbuang
Mengenal The Forgotten Field, Kisah Putri yang Terbuang

Ada satu novel Korea yang belakangan ramai dibicarakan karena versi manhwanya viral duluan, judulnya The Forgotten Field, cerita tentang putri kerajaan hasil perselingkuhan yang tumbuh besar tanpa pernah benar-benar diterima keluarganya sendiri.

Novel ini ditulis oleh Sooji Kim, dengan judul asli Korea 잊혀진 들판, yang kalau diterjemahkan langsung berarti padang yang terlupakan. Di beberapa platform baca, judulnya juga muncul sebagai The Forgotten Meadow.

Tokoh utamanya bernama Talia Roem Gwirta, seorang putri kekaisaran yang lahir dari hubungan gelap dan tumbuh dalam dunia yang menolaknya. Ia dikelilingi orang tua yang acuh, saudara tiri yang bermusuhan, dan pelayan yang memandangnya sebelah mata, sampai akhirnya ia belajar untuk selalu bersikap defensif pada siapa pun yang mendekat.

Yang bikin cerita ini menarik bukan cuma latar kerajaan fiksinya, tapi bagaimana penulis membangun karakter Talia yang jauh dari sosok pahlawan yang gampang disukai. Ia digambarkan keras, penuh curiga, kadang manipulatif, jenis tokoh yang justru sering memicu perdebatan di kalangan pembaca web novel.

Siapa Sebenarnya Talia dan Varkas?

Di tengah kekacauan hidupnya, ada satu orang yang berhasil menembus pertahanan Talia, yaitu Varkas Laedgo Siorcan. Ia adalah bangsawan dari wilayah timur, pewaris keluarga adipati agung, sekaligus pengawal setia keluarga kekaisaran.

Sejak kecil Varkas dituntut untuk selalu sempurna. Latihan yang ia jalani nyaris menyerupai kekerasan, sampai membuat emosinya tumpul dan hidupnya seolah hanya berputar pada kehormatan serta kewajiban keluarga. Ironisnya, untuk memenuhi janji pada mendiang permaisuri, Varkas justru bertunangan dengan Ayla, kakak tiri Talia sendiri.

Dari sinilah konflik utama cerita bergulir. Talia yang selama ini terbiasa menutup diri, perlahan runtuh karena perasaannya pada Varkas yang sudah terikat dengan orang lain. Hubungan segitiga yang tidak biasa ini yang membuat banyak pembaca penasaran, sebagian bahkan mengaku ikut merasa frustrasi sekaligus tidak bisa berhenti membaca.

Kenapa Banyak yang Berdebat Soal Karakter Talia?

Kalau membaca ulasan pembaca di berbagai platform, ada pola yang cukup jelas. Sebagian orang menganggap Talia sebagai karakter antagonis yang jujur, jenis villainess sungguhan yang jarang ditemukan di genre romantasi fantasi Korea, bukan tokoh jahat pura-pura yang ternyata baik hati di akhir cerita.

Tapi ada juga kritik yang cukup tajam soal arah pengembangan karakternya. Beberapa pembaca merasa Talia terlalu cepat berubah dari anak yang terisolasi dan diabaikan menjadi sosok yang nyaris menyerupai psikopat, tanpa proses transisi yang benar-benar meyakinkan. Novel ini disebut lebih sering menampilkan penderitaan Talia ketimbang menjelaskan bagaimana penderitaan itu membentuknya secara bertahap.

Hal serupa juga disorot soal hubungan Talia dan Varkas, yang oleh sebagian pembaca dinilai mengandung unsur manipulasi emosional, namun dibungkus dengan nuansa romantis yang tragis alih-alih dikritisi sebagai relasi yang tidak sehat. Ini jadi salah satu poin yang sering muncul dalam diskusi soal novel ini, terutama bagi pembaca yang lebih peka terhadap dinamika hubungan semacam itu.

The Forgotten Field dan Manhwanya, Mana yang Lebih Dulu Bikin Viral?

Menariknya, banyak pembaca justru mengenal cerita ini lewat versi manhwanya lebih dulu, baru kemudian mencari novel aslinya untuk tahu kelanjutan cerita yang belum diadaptasi. Ini pola yang cukup umum terjadi pada web novel Korea populer, di mana versi komik jadi pintu masuk sebelum pembaca beralih ke teks aslinya yang biasanya jauh lebih panjang.

Novel ini sendiri sudah mencapai ratusan bab di beberapa platform penerjemahan tidak resmi, dengan pembaruan yang terus berjalan hingga pertengahan tahun ini. Genrenya mencakup drama, fantasi, sejarah semu, romantasi, dan tragedi, dengan sejumlah tema berat seperti kekerasan pada anak dan trauma masa lalu yang jadi bagian penting dari jalan cerita.

Bagi yang baru mau mulai membaca, ada baiknya menyiapkan diri untuk cerita yang cukup berat secara emosional. Ini bukan jenis novel yang menawarkan kenyamanan sejak awal, justru sebaliknya, ceritanya dibangun dari akumulasi luka yang terus bertumpuk, sebelum akhirnya pembaca diajak menyaksikan bagaimana Talia berusaha bertahan di tengah dunia yang sejak awal tidak pernah berpihak padanya.