Film Senyum Manies Love Story: Kisah Cinta Anies Baswedan dan Fery Farhati

Avatar of Rediksia
Senyum Manies Love Story, Film yang Menceritakan Kisah Cinta Anies Baswedan dan Fery Farhati
Senyum Manies Love Story, Film yang Menceritakan Kisah Cinta Anies Baswedan dan Fery Farhati

DIKSIA.COM - adalah sosok yang tidak asing lagi di dunia politik Indonesia. Ia adalah Gubernur DKI Jakarta periode 2016-2022 dan salah satu kandidat capres pada pemilu 2024. Namun, tahukah kamu bagaimana kisah cinta dan istrinya, , yang telah menemani perjalanan hidupnya?

Kisah cinta Anies Baswedan dan akan diangkat ke layar lebar dalam berjudul . ini akan menceritakan masa-masa kuliah Anies Baswedan dan Fery Farhati di salah satu perguruan tinggi negeri di . Film ini diharapkan dapat menginspirasi banyak orang tentang bagaimana menjalin hubungan yang harmonis, romantis, dan sederhana.

Film disutradarai oleh Ronny Mepet, yang sebelumnya pernah menggarap film Hantu Diskotik Kota, Jokowi adalah Kita, dan Olga & Billy Lost in Singapore. Naskah film ini ditulis oleh Tisa T.S., yang juga merupakan penulis dari film-film populer seperti London Love Story, Surat Cinta untuk Starla The Movie, Dancing in the Rain, dan The Perfect Husband.

Film ini akan dibintangi oleh Fahad Haydra sebagai Anies Baswedan dan Rizky Febian sebagai Fery Farhati. Keduanya merupakan aktor muda yang berbakat dan memiliki kemiripan fisik dengan tokoh aslinya. Selain itu, film ini juga akan menampilkan beberapa aktor dan aktris ternama lainnya, seperti Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, Tora Sudiro, dan Nirina Zubir.

Film Senyum Manies Love Story dijadwalkan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 1 Februari 2024. Film ini merupakan salah satu film yang ditunggu-tunggu oleh banyak penggemar Anies Baswedan dan Fery Farhati, serta pecinta film . Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang film ini yang perlu kamu ketahui.

1. Judul film diambil dari julukan Anies Baswedan untuk Fery Farhati

Senyum Manies adalah julukan yang diberikan oleh Anies Baswedan untuk Fery Farhati saat mereka masih pacaran. Julukan ini berasal dari bahasa Jawa, yang berarti senyum manis. Anies Baswedan mengaku terpesona dengan senyum Fery Farhati yang selalu membuatnya bahagia. Julukan ini kemudian menjadi judul film yang menggambarkan kisah cinta mereka.

2. Film ini berlatar belakang di Yogyakarta pada tahun 1980-an

Film ini akan mengambil latar belakang di kota pada tahun 1980-an, saat Anies Baswedan dan Fery Farhati kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Film ini akan menampilkan suasana kampus, kegiatan mahasiswa, dan budaya Yogyakarta yang khas pada masa itu. Film ini juga akan menyoroti isu-isu sosial dan politik yang terjadi pada era Orde Baru.

3. Film ini berdasarkan kisah nyata dan wawancara langsung dengan Anies Baswedan dan Fery Farhati

Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata dan wawancara langsung dengan Anies Baswedan dan Fery Farhati. Sutradara dan penulis film ini mengaku mendapatkan banyak informasi dan inspirasi dari keduanya. Mereka juga mengaku mendapat dukungan dan restu dari Anies Baswedan dan Fery Farhati untuk membuat film ini.

4. Film ini mengungkap bagaimana Anies Baswedan dan Fery Farhati saling jatuh cinta

Film ini akan mengungkap bagaimana Anies Baswedan dan Fery Farhati saling jatuh cinta saat kuliah di UGM. Mereka pertama kali bertemu saat mengikuti kegiatan organisasi mahasiswa. Mereka kemudian menjadi dekat dan saling tertarik satu sama lain. Mereka juga memiliki banyak kesamaan, seperti hobi membaca, menulis, dan berdiskusi. Mereka juga saling mendukung dan menghormati dalam segala hal.

5. Film ini menampilkan sisi romantis, lucu, dan dramatis dari kisah cinta Anies Baswedan dan Fery Farhati

Film ini tidak hanya menampilkan sisi romantis dari kisah cinta Anies Baswedan dan Fery Farhati, tetapi juga sisi lucu dan dramatis. Film ini akan menampilkan berbagai momen manis, seperti kencan, hadiah, surat, dan puisi. Film ini juga akan menampilkan berbagai momen lucu, seperti kejadian-kejadian kocak yang dialami oleh mereka berdua atau teman-teman mereka. Film ini juga akan menampilkan berbagai momen dramatis, seperti konflik, kesalahpahaman, dan perpisahan.

6. Film ini mengajarkan tentang nilai-nilai kehidupan dan cinta yang universal

Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan tentang nilai-nilai kehidupan dan cinta yang universal. Film ini akan menunjukkan bagaimana Anies Baswedan dan Fery Farhati menjalani hubungan yang harmonis, romantis, dan sederhana. Film ini juga akan menunjukkan bagaimana Anies Baswedan dan Fery Farhati menghadapi berbagai tantangan dan rintangan yang datang dari dalam dan luar. Film ini juga akan menunjukkan bagaimana Anies Baswedan dan Fery Farhati tetap setia, sabar, dan saling mengasihi hingga saat ini.

7. Film ini diharapkan dapat menginspirasi banyak orang

Film ini diharapkan dapat menginspirasi banyak orang, khususnya generasi muda, untuk menemukan dan menjaga cinta sejati. Film ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran positif tentang Anies Baswedan dan Fery Farhati sebagai pasangan yang harmonis, romantis, dan sederhana. Film ini juga diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap film-film yang berkualitas.