Film Rush Hour 3, Nostalgia Kembali Aksi Komedi Laga Jackie Chan dan Chris Tucker

RediksiaKamis, 1 Februari 2024 | 14:26 WIB
Film Rush Hour 3, Nostalgia Kembali Aksi Komedi Laga Jackie Chan dan Chris Tucker
Film Rush Hour 3, Nostalgia Kembali Aksi Komedi Laga Jackie Chan dan Chris Tucker

DIKSIA.COM - , sekuel ketiga dari franchise populer, mungkin sudah dirilis pada tahun 2007, tapi pesonanya belum lekang di ingatan para penggemar. Apalagi, baru-baru ini film ini kembali tayang di layar kaca, memicu kembali akan aksi kocak dan menegangkan duo detektif Lee dan Carter.

Nah, bagi kamu yang belum pernah menonton atau ingin mengenang kembali keseruan film ini, yuk simak ulasan lengkapnya!

Kembali Berduet, Lee dan Carter Hadapi Kasus Internasional

Inspektur Lee () dan Detektif James Carter () kembali beraksi! Kali ini, mereka ditugaskan untuk mengawal Konsul Han, diplomat asal China yang nyaris menjadi korban pembunuhan di Los Angeles. Penyelidikan mengarah pada konspirasi global yang melibatkan Triad, organisasi kriminal Tiongkok. Lee dan Carter pun terbang ke Paris untuk melindungi seorang saksi kunci dan mengungkap dalang di balik rencana jahat tersebut.

Paris Jadi Arena Baku Hantam Lee dan Lelucon Kocak Carter

Berbeda dengan dua film sebelumnya yang berlatar belakang Los Angeles dan Hong Kong, Rush Hour 3 membawa penonton berpetualang ke Kota Mode, Paris. Tentu saja, keindahan kota ini tak luput menjadi latar belakang adegan kejar-kejaran dan pertarungan sengit ala Jackie Chan yang khas. Aksi bela diri Lee yang memukau dipadukan dengan celotehan humor Carter yang tak ada habisnya, menciptakan sinergi komedi laga yang menghibur.

Lebih dari Sekedar Aksi dan Komedi: Menyentil Stereotipe Budaya

Tak hanya menawarkan hiburan aksi dan komedi, Rush Hour 3 juga secara halus menyentil perbedaan budaya antara Barat dan Timur. Carter yang ceria dan ekspresif kerap berbenturan dengan Lee yang lebih pendiam dan tradisional. Film ini mengajak penonton untuk melihat perspektif yang berbeda dan memahami pentingnya saling (menghormati) meski memiliki latar belakang budaya yang berbeda.

Warisan Rush Hour 3: Akhiri Franchise dengan Sukses

Rush Hour 3 berhasil mempertahankan ciri khas franchise-nya: aksi laga memukau, komedi ringan, dan sentuhan drama. Meskipun menuai kritik karena dianggap kurang inovatif dibandingkan film sebelumnya, film ini tetap sukses secara komersial, meraup pendapatan global lebih dari 258 juta USD. Rush Hour 3 menjadi penutup yang manis untuk kisah Lee dan Carter, meninggalkan jejak sebagai salah satu franchise aksi komedi terbaik sepanjang masa.