Aktris Inde Navarrette, pemeran Nikki dalam film horor Obsession, mengaku tidak mendapatkan satu pun peran akting selama sekitar satu setengah tahun setelah proses syuting film tersebut rampung. Pengakuan itu disampaikan Navarrette dalam wawancara video dengan program Complex News yang dipandu Jillian Superstar, dipublikasikan Complex pada Selasa, 23 Juni 2026.
Dalam wawancara itu, Navarrette mengatakan bahwa setelah syuting Obsession selesai, ia terus mengikuti audisi namun tidak satu pun membawa hasil. “Saya tidak bekerja selama satu setengah tahun setelah Obsession,” kata Navarrette, seperti dikutip dari video wawancara tersebut. “Saya audisi, saya melakukan segalanya, tapi tidak ada yang berhasil.”
Untuk menutupi kebutuhan hidup selama masa tersebut, Navarrette mengaku menjalani sejumlah pekerjaan sampingan, termasuk menjadi penjaga anjing (dog walker) dan melakukan siaran langsung (streaming) permainan video lewat komputer rakitannya sendiri.
“Saya ingin membayar sewa dan saya ingin melakukan banyak hal. Jadi saya menjalan-jalankan anjing, saya melakukan streaming, melakukan apa pun yang bisa saya lakukan,” ujarnya dalam wawancara yang sama.
Navarrette juga menjelaskan bahwa kesibukannya di serial Superman & Lois turut membuatnya kesulitan mengejar proyek lain di sela jadwal produksi serial tersebut.
Kontras dengan Sukses Box Office
Pengakuan Navarrette ini mencuat di tengah performa box office Obsession yang jauh di luar perkiraan. Film yang disutradarai Curry Barker dan dirilis Focus Features pada 15 Mei 2026 itu telah mengumpulkan pendapatan kotor sebesar 344.104.085 dolar AS secara global per pekan ini, menurut data Box Office Mojo, jauh melampaui anggaran produksinya yang dilaporkan hanya berkisar 750 ribu dolar AS. Capaian itu menjadikan Obsession film dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah studio Focus Features.
Navarrette sendiri kini bersiap membintangi proyek selanjutnya, yakni Invertigo, film thriller bertema selamat hidup dari rumah produksi Capstone Pictures dan Tea Shop, yang sebelumnya juga memproduksi Fall dan Obsession.
Terkait Polemik Upah Kru Produksi
Pengalaman Navarrette ini muncul tidak lama setelah pengarah artistik (art director) Obsession, Sally Choi, memicu perdebatan publik soal upah kru film berbujet rendah.
Pada 4 Juni 2026, Choi menulis di Instagram bahwa ia hanya menerima bayaran 300 dolar AS per hari, atau total 6.741,36 dolar AS setelah pajak, untuk pekerjaannya sebagai pengarah artistik sekaligus merangkap beberapa peran lain dalam produksi, seperti asisten produksi dan penata set.
Sutradara Curry Barker kemudian merespons kontroversi tersebut dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter pertengahan Juni 2026.
“Saya sangat menghormati departemen artistik, dan pekerjaan yang mereka lakukan sangat luar biasa. Semua orang dalam film ini bekerja sangat keras dan mereka pantas diakui,” kata Barker.
Ia menambahkan bahwa film tersebut dibuat dengan anggaran sangat terbatas sehingga lazimnya hanya pihak yang mengambil risiko finansial langsung yang menikmati keuntungan dari kesuksesan box office-nya.
“Tapi yang saya harapkan adalah setiap orang yang bekerja keras untuk film ini akan melihat peluang untuk melejitkan karier mereka dengan cara yang bisa sangat menguntungkan secara finansial, seperti yang terjadi pada saya,” ujarnya.
Kisah Navarrette dan Choi, meski berbeda konteks, sama-sama menyoroti realita di balik kesuksesan komersial Obsession: meski film tersebut menjadi salah satu kisah sukses box office paling menonjol pada 2026, tidak semua pihak yang terlibat dalam produksinya merasakan dampak finansial maupun stabilitas karier yang sepadan dengan capaian film tersebut di pasar global.
Obsession sendiri dijadwalkan rilis di platform digital pada 30 Juni 2026, sementara film masih berjalan di sejumlah bioskop dunia. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan lanjutan dari Curry Barker maupun pihak produksi terkait pengalaman Navarrette pasca syuting film tersebut.





