Abdurrahman Baswedan: Pahlawan Nasional yang Juga Jurnalis dan Diplomat

RediksiaKamis, 8 Februari 2024 | 07:06 WIB
Abdurrahman Baswedan, Pahlawan Nasional yang Juga Jurnalis dan Diplomat
Abdurrahman Baswedan: Pahlawan Nasional yang Juga Jurnalis dan Diplomat. (Foto: DOK. REPRO BUKU BIOGRAFI AR BASWEDAN)

DIKSIA.COM - , atau yang lebih dikenal dengan nama A.R. Baswedan, adalah salah satu tokoh nasional yang berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia lahir di Surabaya pada 9 September 1908 dari keluarga keturunan Arab. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai seorang nasionalis, , pejuang kemerdekaan, , muballigh, dan sastrawan.

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir, Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), Anggota Parlemen, dan Anggota Dewan Konstituante. Ia juga merupakan salah satu pertama Indonesia yang berhasil mendapatkan pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Mesir. Ia dianugerahi gelar Indonesia pada tahun 2018.

Peran dalam Pergerakan Nasional

A.R. Baswedan mulai aktif dalam pergerakan nasional sejak muda. Ia bergabung dengan organisasi-organisasi seperti Jong Java, Jong Islamieten Bond, dan Persatuan Arab Indonesia (PAI). Ia juga menjadi di beberapa surat kabar seperti Matahari, Sin Tit Po, dan Soeara Oemoem. Ia menulis tentang isu-isu sosial, politik, dan kebudayaan yang berkaitan dengan perjuangan Indonesia.

Pada tahun 1934, ia menginisiasi Sumpah Pemuda Keturunan Arab di Semarang, yang menyatakan Indonesia sebagai tanah air mereka dan komitmen mereka untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Ia juga mengajak para peranakan Arab untuk mengenakan pakaian tradisional Jawa, seperti blangkon dan surjan, sebagai simbol identitas mereka sebagai warga Indonesia.

Pada masa pendudukan Jepang, ia menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan memberikan masukan tentang rancangan konstitusi Indonesia. Ia juga menjadi anggota Badan Penyelenggara Pendidikan Nasional (BPPN) dan membantu menyusun kurikulum pendidikan nasional.

Peran dalam Revolusi Kemerdekaan

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, A.R. Baswedan terlibat dalam berbagai kegiatan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari agresi Belanda. Ia menjadi Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir dan bertugas untuk menyebarkan informasi tentang perjuangan Indonesia kepada dunia internasional. Ia juga menjadi anggota BP-KNIP dan ikut menetapkan UUD 1945 sebagai konstitusi sementara Indonesia.