Diksia.com - Sejak pertama kali menyapa dunia pada September 2019, iPhone 11 telah menjadi salah satu perangkat paling ikonik dari Apple. Namun, kini kita berada di tahun 2026. Di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif dan kehadiran konektivitas 6G yang mulai diperbincangkan, muncul pertanyaan besar bagi kita: apakah ponsel dengan desain melengkung ini masih layak untuk menemani aktivitas harian kamu?
Meskipun sudah berumur hampir tujuh tahun, iPhone 11 masih sering kita temui di bursa ponsel bekas maupun di tangan pengguna setia. Mari kita bedah lebih dalam mengenai sisa nafas dari ponsel legendaris ini.
Dukungan Software
Kabar baiknya, hingga awal tahun 2026, iPhone 11 masih masuk dalam daftar perangkat yang mendukung iOS 26. Ini membuktikan komitmen panjang Apple dalam menjaga ekosistemnya. Kita masih bisa menikmati fitur-fitur baru seperti desain antarmuka yang lebih ekspresif dan integrasi Apple Intelligence dasar.
Namun, kita harus bersiap menghadapi kenyataan pahit. Tahun 2026 diprediksi menjadi tahun terakhir bagi seri iPhone 11 untuk mendapatkan pembaruan sistem operasi utama. Artinya, saat iOS 27 meluncur nanti, kemungkinan besar iPhone 11 tidak akan lagi mendapatkan undangan. Tanpa pembaruan sistem, kamu akan mulai kehilangan akses ke fitur keamanan terbaru dan dukungan aplikasi versi masa depan.
Performa Chipset A13 Bionic di Era Modern
Jantung pacu A13 Bionic memang pernah menjadi yang tercepat di kelasnya. Di tahun 2026, performanya masih cukup tangguh untuk sekadar membuka media sosial, berkirim pesan, atau melakukan panggilan video. Transisi antar aplikasi masih terasa relatif lancar bagi pengguna kasual.
Kendala mulai terasa saat kita mencoba menjalankan aplikasi berat atau gim mobile dengan grafis tingkat tinggi. Ketiadaan dukungan 5G juga menjadi faktor krusial. Di saat jaringan 5G sudah merata di berbagai kota besar di Indonesia, kita yang menggunakan iPhone 11 harus puas bertahan di jalur 4G LTE yang kecepatannya mulai terasa tertinggal.
Kamera dan Layar
Dari sisi fotografi, sistem kamera ganda 12 MP pada iPhone 11 masih mampu menghasilkan foto yang cukup baik untuk dibagikan ke Instagram atau TikTok dalam kondisi cahaya terang. Fitur Mode Malam juga masih bekerja dengan layak. Namun, jika kita bandingkan dengan standar ponsel menengah tahun 2026, detail dan rentang dinamis pada iPhone 11 terasa jauh tertinggal.
Sektor layar menjadi poin yang paling mencolok. Panel Liquid Retina HD (LCD) pada iPhone 11 terlihat kusam jika disandingkan dengan layar OLED yang kini sudah menjadi standar di hampir semua ponsel terbaru. Resolusi yang belum mencapai Full HD dan bezel tebal di sekeliling layar mungkin akan membuat kamu merasa perangkat ini sudah sangat kuno.
Harga dan Kondisi Baterai di Pasaran
Saat ini, harga iPhone 11 bekas di Indonesia berada di kisaran 3 hingga 5 juta rupiah, tergantung pada kondisi dan kapasitas penyimpanan. Harga yang menggiurkan memang, namun kita perlu waspada terhadap kesehatan baterai.
Membeli iPhone 11 di tahun 2026 berarti kita kemungkinan besar akan mendapatkan perangkat dengan kondisi baterai yang sudah mengalami degradasi berat. Jika kamu tetap memutuskan untuk membelinya, siapkan dana tambahan untuk melakukan penggantian baterai agar ponsel tidak cepat mati saat digunakan di luar ruangan.
Kesimpulan: Apakah Masih Worth It?
Jadi, apakah iPhone 11 masih worth it? Jawabannya sangat bergantung pada kebutuhan kamu. Jika kamu hanya mencari ponsel cadangan atau perangkat sekadar untuk berkomunikasi dasar dengan anggaran terbatas, iPhone 11 masih bisa diandalkan.
Namun, jika kamu mencari perangkat utama untuk penggunaan jangka panjang (di atas dua tahun), kami menyarankan untuk beralih ke seri yang lebih baru, minimal iPhone 13. Dengan layar OLED, dukungan 5G, dan masa dukungan software yang lebih panjang, investasi kamu akan terasa lebih bermakna.





