Diksia.com - Kita semua pasti pernah membayangkan dunia di mana kegelapan menyimpan rahasia besar, bukan? Nah, itulah yang ditawarkan novel Tales of Herding Gods. Cerita ini membawa kamu ke Great Ruins, tempat di mana para tetua tua, lemah, dan cacat dari Disabled Elderly Village menemukan seorang bayi di tepi sungai.
Mereka menamainya Qin Mu dan membesarkannya dengan penuh perjuangan. Saat malam tiba dan kegelapan menyelimuti, Qin Mu akhirnya meninggalkan rumahnya, memulai perjalanan yang penuh intrik dan kekuatan supernatural.
Novel ini, yang ditulis oleh Zhai Zhu, telah menjadi sensasi di kalangan penggemar genre xuanhuan dan kultivasi. Dengan elemen komedi ringan, pembangunan dunia yang detail, dan karakter yang unik, kita bisa merasakan bagaimana seorang anak desa biasa berubah menjadi sosok yang mengguncang tatanan dewa-dewa.
Sinopsis Cerita yang Menegangkan
Bayangkan kamu dibesarkan di desa yang tampak lemah, tapi sebenarnya penuh dengan rahasia kekuatan luar biasa. Qin Mu, protagonis utama, tumbuh di lingkungan seperti itu. Para tetua desanya, yang kelihatannya cacat, ternyata adalah para ahli yang menyembunyikan kemampuan hebat.
Saat Qin Mu dewasa, ia terlibat dalam konflik antara manusia, dewa, dan makhluk gelap. Cerita ini bukan sekadar tentang naik level kekuatan, tapi juga tentang mereformasi sistem lama, menantang dewa-dewa, dan membangun peradaban baru di tengah bencana.
Alur ceritanya dinamis, dengan campuran aksi, strategi, dan elemen anti-hero yang membuat kita terus penasaran. Qin Mu bukan pahlawan biasa; ia sering menciptakan masalah sambil menyelesaikan yang lain, membantu umat manusia membangun kerajaan yang tangguh menghadapi segala ancaman.
Karakter Utama yang Memikat
Di pusat cerita ada Qin Mu, anak yatim piatu yang polos tapi cerdas luar biasa. Dibesarkan oleh sembilan tetua desa yang masing-masing punya keahlian unik, seperti si Buta yang ahli dalam ilmu pedang atau si Lumpuh yang mahir strategi. Karakter-karakter ini bukan sekadar pendukung; mereka punya latar belakang mendalam yang membuat dunia cerita terasa hidup.
Kita juga bertemu dengan berbagai tokoh lain, seperti dewa-dewa kuno, monster dari kegelapan, dan pemimpin sekte yang ambisius. Interaksi antar karakter inilah yang membuat novel ini istimewa, penuh dengan dialog cerdas dan momen emosional yang mendalam.
Update Terkini Novel dan Adaptasi
Pada awal 2026 ini, novel Tales of Herding Gods telah menyelesaikan seluruh chapter-nya, mencapai total 1831 bab yang penuh petualangan. Bagi kamu yang suka membaca, terjemahan ke berbagai bahasa terus bertambah, membuatnya lebih mudah diakses secara global.
Yang lebih menarik, adaptasi donghua-nya sedang menjadi sorotan. Dirilis sejak 2024, serial animasi ini telah melampaui satu miliar penayangan di platform Cina. Hingga kini, episode terbaru seperti episode 46 menampilkan konflik intens, di mana para tetua besar terkena racun aneh, mengancam nyawa mereka.
Cerita terus berkembang dengan elemen reformasi dan pertarungan epik, membuat penggemar tak sabar menunggu kelanjutannya. Bahkan, ada diskusi hangat di komunitas bahwa season baru mungkin segera hadir, membawa lebih banyak misteri dari Great Ruins.
Mengapa Kamu Harus Membaca Sekarang
Dalam era di mana cerita kultivasi semakin populer, Tales of Herding Gods menonjol karena pendekatannya yang segar. Bukan hanya soal kekuatan fisik, tapi juga tentang mempertanyakan sistem dewa dan membangun masyarakat yang lebih baik.
Review dari pembaca menunjukkan campuran cinta dan kritik: banyak yang memuji pembangunan dunia dan karakter, meski alur kadang terasa melenceng. Tapi itulah yang membuatnya unik, seperti petualangan nyata yang tak terduga.
Jika kamu penggemar genre fantasy dengan sentuhan Cina, novel ini wajib masuk daftar bacaanmu. Kita bisa belajar banyak dari perjalanan Qin Mu, tentang ketangguhan dan inovasi di tengah kegelapan.





