Review Novel Unfriend You Karya Dyah Rinni, Realitas Kelam Bullying

RediksiaSenin, 19 Januari 2026 | 13:14 WIB
Review Novel Unfriend You Karya Dyah Rinni, Realitas Kelam Bullying
Review Novel Unfriend You Karya Dyah Rinni, Realitas Kelam Bullying

Diksia.com - Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah seolah menjadi isu yang tidak pernah usai untuk kita bicarakan. Salah satu karya literatur lokal yang berhasil memotret fenomena ini dengan sangat tajam adalah novel berjudul Unfriend You karya Dyah Rinni. Melalui narasi yang emosional, kita diajak untuk melihat bagaimana sebuah persahabatan bisa berubah menjadi senjata yang mematikan bagi kesehatan mental seseorang.

Buku ini bukan sekadar fiksi remaja biasa. Ia hadir sebagai cermin bagi realitas sosial yang sering kali kita abaikan di koridor-koridor sekolah. Sejak pertama kali diterbitkan, novel ini terus mendapatkan perhatian karena keberaniannya mengangkat tema penindasan, tekanan teman sebaya, hingga dampak psikologis jangka panjang bagi korbannya.

Terjebak dalam Lingkaran Persahabatan Beracun

Cerita berfokus pada karakter bernama Katrissa Satin yang baru saja pindah ke sekolah bergengsi, SMA Taman Muda. Di sana, kita akan melihat bagaimana Katrissa berupaya keras untuk masuk ke dalam lingkaran pertemanan populer yang dipimpin oleh Aura. Aura digambarkan sebagai sosok karismatik namun manipulatif, yang menentukan siapa yang layak menjadi kawan atau lawan.

Konflik memuncak ketika Katrissa harus memilih antara mempertahankan status sosialnya atau membela sahabat lamanya yang menjadi target perundungan geng Aura. Melalui sudut pandang Katrissa, kita bisa merasakan betapa mencekamnya tekanan untuk menyesuaikan diri dan ketakutan akan menjadi orang yang dikucilkan selanjutnya.

Mengapa Isu Bullying dalam Novel Ini Sangat Relevan?

Dyah Rinni menggunakan gaya bahasa yang lugas namun mampu mengaduk emosi. Ada beberapa poin penting yang membuat novel ini tetap relevan bagi kita saat ini:

  • Cyberbullying: Novel ini juga menyentuh aspek perundungan di dunia maya yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
  • Efek Bystander: Kita diingatkan bahwa menjadi penonton yang diam saat perundungan terjadi sama buruknya dengan menjadi pelaku itu sendiri.
  • Trauma Masa Lalu: Plot yang melibatkan karakter bernama Priska menunjukkan bahwa luka akibat perundungan bisa tersimpan rapat dan meledak di waktu yang tidak terduga.

Pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: perundungan bukan sekadar candaan remaja. Ini adalah tindakan sistematis yang bisa merusak masa depan seseorang.

Pelajaran Berharga untuk Kita Semua

Membaca Unfriend You memberikan kita perspektif baru tentang pentingnya empati. Novel ini mengajak kamu untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan berani mengambil sikap tegas terhadap ketidakadilan. Bagi para orang tua dan pendidik, buku ini bisa menjadi pintu masuk untuk memahami dinamika sosial remaja yang semakin kompleks di era digital.

Melalui akhir cerita yang penuh refleksi, kita diingatkan bahwa popularitas bersifat semu, namun integritas diri dan ketulusan dalam berteman adalah hal yang akan menyelamatkan kita pada akhirnya. Jangan sampai kita menjadi bagian dari masalah, melainkan jadilah bagian dari solusi untuk memutus rantai perundungan.