Resensi Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari

RediksiaSabtu, 3 Februari 2024 | 20:16 WIB
Resensi Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari
Resensi Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari

DIKSIA.COM - Novel adalah salah satu karya fenomenal dari , atau yang lebih dikenal dengan nama pena Dee. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2009 oleh Bentang Pustaka, setelah sebelumnya sudah dirilis dalam versi digital pada tahun 2008. Novel ini merupakan novel keenam dari Dee, dan novel pertamanya yang bergenre populer.

Novel Perahu Kertas menceritakan tentang kisah cinta dan mimpi dari dua tokoh utama, yaitu Kugy dan Keenan. Kugy adalah seorang gadis yang suka berkhayal dan menulis dongeng. Ia bercita-cita menjadi seorang juru dongeng. Keenan adalah seorang pemuda yang berbakat dalam melukis. Ia bercita-cita menjadi seorang pelukis. Keduanya bertemu dan bersahabat saat kuliah di Bandung, dan saling jatuh cinta. Namun, banyak halangan dan rintangan yang menghadang hubungan mereka, termasuk kekasih dan keluarga mereka.

Novel Perahu Kertas adalah novel yang menyentuh dan mengharukan, sekaligus menghibur dan menginspirasi. Novel ini mengajak pembaca untuk mengikuti perjalanan hidup Kugy dan Keenan, yang penuh dengan liku-liku, konflik, dan kejutan. Novel ini juga menampilkan tokoh-tokoh lain yang berperan penting dalam cerita, seperti Noni, Eko, Wanda, Remi, dan Luhde. Novel ini juga diselingi dengan dongeng-dongeng yang ditulis oleh Kugy, yang memiliki makna tersirat dalam kisahnya.

Sinopsis Novel Perahu Kertas

Novel Perahu Kertas dimulai dengan adegan Kugy yang sedang membuat perahu kertas dan menghanyutkannya ke laut. Ia percaya bahwa perahu kertas itu akan sampai ke tangan Dewa Neptunus, yang akan mengabulkan permintaannya. Kugy adalah seorang gadis yang unik, imajinatif, dan eksentrik. Ia suka menulis dongeng dan bercerita kepada teman-temannya. Ia juga suka mengoleksi barang-barang aneh, seperti kancing, korek api, dan kertas bekas.

Kugy memutuskan untuk kuliah di jurusan sastra di Bandung, meskipun orang tuanya tidak setuju. Ia ingin mengejar mimpinya menjadi seorang juru dongeng. Di Bandung, ia bertemu dengan Noni, sahabatnya sejak kecil, yang kuliah di jurusan psikologi. Noni adalah seorang gadis yang cantik, cerdas, dan mandiri. Ia berpacaran dengan Eko, sepupunya sendiri, yang kuliah di jurusan ekonomi. Eko adalah seorang pemuda yang tampan, kaya, dan baik hati. Ia sangat mencintai Noni dan rela melakukan apa saja untuknya.