Diksia.com - Novel Silir Daksina adalah salah satu novel rujukan KOMSAS Tingkatan 5 yang ditulis oleh Nizar Parman, seorang guru dan penulis asal Batu Pahat, Johor. Novel ini telah memenangi tempat kedua hadiah sastera Utusan-Exxon Mobil tahun 2009 untuk kategori novel remaja.
Novel ini mengisahkan perjalanan seorang remaja bernama Haiqal Haqimi yang mencari jejak ayah kandungnya, Abdullah Kayan, melalui sebuah manuskrip lama yang diterimanya dari seorang gadis Cina yang tidak dikenalinya. Haiqal kemudian pergi ke Kampung Seri Purnama, kampung halaman ayahnya, dan menemukan banyak rahsia dan pengalaman yang mengubah hidupnya.
Detail Novel
- Judul: Novel Silir Daksina
- Pengarang: Nizar Parman
- Genre: Novel remaja, novel sastera
- Bahasa: Bahasa Melayu
- Penerbit: Utusan Publications & Distributors Sdn Bhd
- Peringkat: 3.89/5 bintang di Goodreads
Sinopsis
Novel Silir Daksina bermula dengan Haiqal yang hidup bersama ibu, ayah tiri, dan adik tirinya di Kuala Terengganu. Suatu hari, dia menerima sebuah manuskrip lama yang berisi hasil penulisan ayah kandungnya, Abdullah Kayan, yang telah meninggal dunia.
Haiqal merasa penasaran dan ingin mengenal lebih dekat ayahnya yang tidak pernah ditemuinya. Ibu Haiqal melarangnya untuk pergi ke Batu Pahat, Johor, tempat asal ayahnya, karena hubungan mereka tidak bahagia. Namun, Haiqal nekad untuk berangkat dengan alasan melawat neneknya.
Di Kampung Seri Purnama, Haiqal disambut baik oleh penduduk kampung yang ramah dan bersahabat. Dia bertemu dengan Tauke Lim, seorang penoreh getah dan penjual pinang yang menjadi sahabat karib ayahnya. Dia juga bertemu dengan Ratna, seorang gadis cantik yang menjadi teman baiknya. Haiqal mulai membongkar kehidupan ayahnya melalui orang-orang yang mengenalinya.
Dia mendapati bahwa ayahnya adalah seorang guru, penulis, dan penggiat kebudayaan yang sangat mencintai seni tarian zapin. Ayahnya juga merupakan seorang yang berjiwa besar, berani, dan berprinsip. Haiqal merasa bangga dan kagum dengan ayahnya.
Haiqal juga mengetahui bahwa manuskrip yang diterimanya adalah karya terakhir ayahnya yang tidak sempat diselesaikan. Manuskrip itu berjudul Silir Daksina, yang bermaksud cinta yang mendalam dan tulus. Manuskrip itu mengisahkan tentang cinta antara Abdullah Kayan dan Ong See Hwa, seorang gadis Cina yang menjadi inspirasi ayahnya.
Haiqal terkejut mengetahui bahwa Ong See Hwa adalah gadis yang mengirimkan manuskrip itu kepadanya. Haiqal kemudian berusaha untuk menemui Ong See Hwa dan menyelesaikan manuskrip itu sebagai penghormatan kepada ayahnya.
Dimana Bisa Membaca Novel Silir Daksina?
Novel Silir Daksina bisa dibeli di toko buku atau situs online yang menjual buku-buku sastera. Novel ini juga bisa dipinjam di perpustakaan sekolah atau umum. Selain itu, novel ini juga bisa dibaca secara online di beberapa situs web yang menyediakan bacaan gratis, seperti Goodreads.
Cara Membaca Novel Silir Daksina
Untuk menikmati novel Silir Daksina, kita bisa mengikuti beberapa langkah berikut:
- Baca novel ini dengan penuh perhatian dan konsentrasi. Jangan terganggu oleh hal-hal lain yang bisa mengurangi minat dan pemahaman kita.
- Baca novel ini dengan hati terbuka dan bersikap kritis. Jangan mudah terpengaruh oleh prasangka atau stereotip terhadap tokoh atau latar novel ini.
- Baca novel ini dengan rasa ingin tahu dan penasaran. Jangan ragu untuk mencari informasi tambahan tentang hal-hal yang tidak kita ketahui atau pahami dalam novel ini, seperti istilah, budaya, sejarah, atau tokoh nyata yang menjadi rujukan novel ini.
- Baca novel ini dengan rasa hormat dan penghargaan. Jangan melupakan bahwa novel ini adalah hasil karya sastera yang memiliki nilai-nilai estetika, moral, dan intelektual yang tinggi.
Akhir Kata
Novel Silir Daksina adalah novel yang layak untuk dibaca oleh semua kalangan, terutama para remaja. Novel ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi dan menggugah jiwa. Novel ini mengajarkan kita tentang arti kekeluargaan, persahabatan, cinta, pengorbanan, kebudayaan, dan kesusasteraan. Novel ini juga menunjukkan bahwa kita bisa menemukan jati diri dan tujuan hidup kita melalui jejak-jejak yang ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai.





