Diksia.com - Matcha memang sedang populer banget sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan. Banyak orang beralih ke matcha karena dianggap lebih baik daripada kopi biasa, dengan rasa unik dan manfaat untuk energi serta fokus. Tapi, seperti halnya makanan atau minuman lain, konsumsi berlebihan bisa menimbulkan masalah. Kita perlu tahu batasnya agar tetap aman dan bermanfaat.
Apa Itu Matcha dan Mengapa Bisa Punya Efek Samping?
Matcha adalah bubuk teh hijau yang dibuat dari daun teh utuh yang ditumbuk halus. Berbeda dengan teh hijau biasa yang hanya diseduh, matcha memberikan kamu seluruh nutrisi daunnya, termasuk kafein, katekin, dan tanin dalam jumlah lebih tinggi. Kandungan ini memang hebat untuk kesehatan, tapi kalau kebanyakan, justru bisa memicu gangguan.
Efek Samping Umum dari Konsumsi Matcha Berlebihan
Kafein dalam matcha sekitar 3 kali lebih banyak dibanding teh hijau biasa, meski diserap lebih lambat berkat L-theanine. Namun, kalau kamu minum lebih dari 2-3 cangkir sehari, efek samping ini bisa muncul:
- Gangguan tidur dan kecemasan Kafein tinggi bisa bikin sulit tidur, gelisah, mudah marah, atau bahkan jantung berdebar. Bagi yang sensitif kafein, ini sering terasa seperti overstimulated.
- Masalah pencernaan Mulai dari mual, muntah, kembung, hingga diare. Matcha punya efek pencahar ringan, apalagi kalau diminum saat perut kosong atau dalam jumlah banyak.
- Gangguan penyerapan zat besi Tanin dan katekin di matcha bisa menghambat penyerapan zat besi non-heme dari makanan. Ini berisiko menyebabkan anemia, terutama bagi vegetarian, wanita, atau yang punya riwayat kekurangan zat besi.
- Peningkatan tekanan darah Kafein bisa sementara menaikkan tekanan darah. Kalau kamu punya hipertensi, konsumsi berlebih perlu diwaspadai agar tidak memicu masalah lebih lanjut.
- Risiko pada hati dan ginjal Dalam dosis sangat tinggi (terutama dari ekstrak), senyawa seperti EGCG bisa membebani hati. Beberapa kasus menunjukkan gangguan fungsi hati, meski jarang pada konsumsi matcha bubuk biasa.
Selain itu, matcha dari sumber rendah kualitas kadang mengandung kontaminan seperti logam berat atau pestisida, yang bisa menumpuk kalau diminum rutin.
Efek Khusus untuk Wanita dan Kelompok Tertentu
Bagi wanita, kafein tinggi bisa memperburuk gejala PMS seperti kram, sakit kepala, atau mood swing. Ada juga laporan bahwa konsumsi berlebih mengganggu siklus menstruasi karena memengaruhi keseimbangan hormon. Ibu hamil sebaiknya batasi atau hindari karena kafein bisa memengaruhi janin, sementara orang dengan masalah hati atau ginjal perlu konsultasi dokter dulu.
Cara Aman Menikmati Matcha Tanpa Risiko
Kita bisa tetap menikmati matcha tanpa khawatir kalau mengikuti aturan sederhana ini:
- Batasi 1-2 cangkir per hari (sekitar 2-4 gram bubuk).
- Pilih matcha berkualitas tinggi, idealnya organik dari Jepang untuk minim kontaminan.
- Minum setelah makan, bukan saat perut kosong.
- Hindari kalau sedang minum obat tertentu, karena bisa berinteraksi.
Kalau kamu merasakan gejala seperti pusing berlebih, mual terus-menerus, atau gangguan tidur setelah minum matcha, segera kurangi atau hentikan sementara.
Matcha tetap minuman luar biasa kalau dikonsumsi bijak. Nikmati manfaatnya tanpa berlebihan, ya!





