Diksia.com - Fenomena kuliner rumahan terus berkembang pesat, dan donat tetap menjadi primadona yang tidak ada matinya. Kudapan manis berbentuk cincin ini selalu berhasil memikat lidah semua kalangan.
Namun, banyak dari kita yang sering mengeluh karena hasil gorengan yang keras atau bantat. Kabar baiknya, teknik terbaru dari para ahli roti kini memungkinkan kita menghasilkan donat kualitas premium hanya dari dapur sendiri.
Persiapan Bahan Berkualitas adalah Kunci
Langkah awal yang menentukan keberhasilan kita bukan sekadar cara mengaduk, melainkan pemilihan bahan. Untuk mendapatkan tekstur yang lembut namun tetap berisi, penggunaan tepung terigu protein tinggi sangat disarankan. Tepung ini memiliki kadar gluten yang cukup untuk membentuk struktur donat yang kokoh saat mengembang.
Selain tepung, penggunaan kentang kukus yang dihaluskan menjadi tren yang tetap unggul hingga saat ini. Kentang memberikan kelembapan alami yang membuat donat tetap empuk bahkan hingga keesokan harinya. Pastikan semua bahan seperti telur dan susu berada dalam suhu ruang agar ragi dapat bekerja secara optimal.
Langkah Demi Langkah Menuju Tekstur Fluffy
Proses pembuatan dimulai dengan mencampurkan bahan kering seperti tepung, gula, dan ragi instan. Kita harus memastikan ragi yang digunakan masih aktif agar adonan tidak berakhir sia-sia. Setelah bahan kering tercampur, masukkan kentang halus, kuning telur, dan susu cair dingin secara bertahap sambil diuleni.
Rahasia donat yang elastis terletak pada penambahan mentega dan garam yang dilakukan paling akhir, tepatnya setelah adonan setengah kalis. Proses pengulenan ini bisa dilakukan secara manual atau menggunakan mixer hingga adonan mencapai tahap kalis elastis, di mana adonan tidak putus saat ditarik tipis.
Teknik Fermentasi dan Rahasia White Ring
Setelah adonan kalis, saatnya kita melakukan proses proofing atau fermentasi. Istirahatkan adonan di wadah tertutup hingga ukurannya meningkat dua kali lipat. Durasi waktu sangat bergantung pada suhu lingkungan sekitar kita. Jangan terlalu lama membiarkan adonan mengembang karena bisa menyebabkan donat berbau asam dan cepat kempes saat digoreng.
Saat menggoreng, gunakan minyak padat atau minyak goreng berkualitas dengan volume yang cukup banyak. Suhu ideal berada di kisaran 170 derajat Celcius. Tips jurnalis kuliner yang perlu kita ingat: cukup balik donat satu kali saja.
Teknik satu kali balik ini berfungsi untuk menciptakan garis putih di lingkar tengah yang dikenal dengan istilah white ring, sekaligus mencegah donat menyerap terlalu banyak minyak.
Sentuhan Akhir dan Kreasi Topping
Donat yang sudah matang dan ditiriskan siap memasuki tahap pemberian rasa. Kita bisa menggunakan taburan gula halus klasik atau mulai bereksperimen dengan glaze cokelat, keju parut, hingga selai buah.
Pastikan donat sudah benar-benar dingin sebelum diberi topping agar hiasan tidak meleleh dan tampilannya tetap cantik bak pajangan di etalase toko ternama.
Dengan mengikuti prosedur yang tepat dan penuh ketelitian, membuat donat bukan lagi tantangan yang menakutkan bagi kita. Kamu kini bisa menyajikan camilan istimewa ini untuk keluarga atau bahkan menjadikannya peluang bisnis yang menjanjikan dari rumah.





