Sinopsis Film Laskar Pelangi 2008, Perjuangan 10 Anak Miskin di Belitung

RediksiaSenin, 26 Januari 2026 | 17:40 WIB
Sinopsis Film Laskar Pelangi 2008, Perjuangan 10 Anak Miskin di Belitung
Sinopsis Film Laskar Pelangi 2008, Perjuangan 10 Anak Miskin di Belitung

Diksia.com - Kamu pasti pernah mendengar atau bahkan menonton film yang mampu menyentuh hati sekaligus memotivasi, salah satunya adalah Laskar Pelangi. Film ini menjadi salah satu karya sinema Indonesia yang paling ikonik, mengangkat cerita nyata tentang semangat belajar di tengah kemiskinan.

Latar Belakang dan Alur Utama Cerita

Film Laskar Pelangi mengambil setting di Desa Gantung, Pulau Belitung Timur, pada era 1970-an. Cerita berpusat pada sepuluh anak dari keluarga miskin yang berjuang untuk tetap bersekolah di SD Muhammadiyah Gantong, sebuah sekolah kecil yang nyaris tak layak dengan bangunan reyot dan fasilitas minim.

Kisah dimulai ketika sekolah tersebut terancam tutup karena jumlah siswa kurang dari syarat minimal. Namun, berkat tekad Bu Muslimah dan Pak Harfan sebagai guru, sekolah tetap dibuka. Mereka mengajar dengan penuh dedikasi meski gaji tak seberapa dan kondisi sekolah jauh dari standar.

Sepuluh anak itu dikenal sebagai Laskar Pelangi, terdiri dari Ikal, Lintang, Mahar, Syahdan, Arai, Kucai, Samson, Trapani, Flo, dan Sahara. Mereka datang dari latar belakang berbeda, mulai dari anak penambang timah hingga anak nelayan, tapi memiliki satu kesamaan: mimpi besar untuk keluar dari lingkaran kemiskinan melalui pendidikan.

Tokoh-Tokoh Kunci dan Perjuangan Mereka

Ikal, yang menjadi narator cerita, adalah anak cerdas yang gemar membaca. Lintang, teman dekatnya, digambarkan sebagai jenius matematika alami yang rela bersepeda puluhan kilometer setiap hari demi belajar, meski akhirnya harus berhenti sekolah karena harus membantu orang tuanya bekerja.

Mahar, anak yang memiliki bakat seni dan musik luar biasa, sering menjadi penyemangat kelas dengan kemampuannya memainkan alat musik. Sementara Arai dan Ikal kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke jenjang pendidikan lebih tinggi, membuktikan bahwa mimpi bisa terwujud meski dimulai dari keterbatasan.

Pesan Mendalam yang Masih Relevan

Lewat perjalanan Laskar Pelangi, film ini menyampaikan pesan kuat bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, tak peduli seberapa miskin latar belakangnya. Kita diajak melihat bagaimana guru yang berdedikasi bisa mengubah nasib murid-muridnya, serta pentingnya persahabatan dan semangat pantang menyerah.

Hingga kini, film yang dirilis pada 2008 ini tetap menjadi tontonan wajib bagi siapa saja yang ingin terinspirasi. Kisahnya diadaptasi dari novel best-seller karya Andrea Hirata, yang juga mengangkat pengalaman masa kecilnya di Belitung.

Kamu sudah nonton ulang film ini belum? Atau baru pertama kali dengar sinopsisnya? Cerita seperti ini selalu mengingatkan kita bahwa di balik setiap mimpi besar, ada perjuangan kecil yang luar biasa.