Sinopsis Film Hayya 3 Gaza, Kisah Haru Persahabatan di Tengah Konflik

RediksiaSenin, 3 November 2025 | 06:52 WIB
Sinopsis Film Hayya 3 Gaza, Kisah Haru Persahabatan di Tengah Konflik
Sinopsis Film Hayya 3 Gaza, Kisah Haru Persahabatan di Tengah Konflik

Diksia.com - Film drama keluarga Indonesia yang paling dinantikan, Hayya 3: Gaza, telah resmi tayang di bioskop mulai 12 Juni 2025. Melanjutkan kisah kemanusiaan dari film sebelumnya, sekuel ketiga ini hadir dengan plot yang lebih menyentuh dan mendalam, berfokus pada isu krisis kemanusiaan di Palestina, yang menjadi jantung dari cerita.

Film yang disutradarai oleh Jastis Arimba ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengajak kita semua untuk membuka mata dan menumbuhkan empati terhadap penderitaan yang dialami oleh anak-anak korban konflik.

Mengenal Abdullah Gaza dan Luka Kehilangan

Kisah dalam Hayya 3: Gaza berpusat pada seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun bernama Abdullah Gaza atau akrab dipanggil Gaza. Sebuah takdir pahit harus diterimanya, Gaza kini hidup sebagai anak yatim piatu. Ayahnya, seorang relawan kemanusiaan asal Indonesia yang penuh dedikasi, gugur saat kembali dari misi mulia di Palestina.

Kepergian sang ayah meninggalkan luka mendalam dan kehampaan luar biasa dalam diri Gaza. Untuk mendapatkan tempat perlindungan dan kasih sayang, Gaza kemudian dititipkan di sebuah rumah panti asuhan yang dikelola oleh Ustazah Dewi dan adiknya, Shafira (diperankan oleh Cut Syifa).

Pertemuan Dua Jiwa yang Terluka: Gaza dan Hayya

Di lingkungan panti asuhan yang penuh kehangatan itulah Gaza bertemu dengan sosok yang akan mengubah hidupnya: Hayya, gadis kecil dari Palestina yang telah empat tahun menjadi pengungsi di Indonesia.

Di mata polosnya, Hayya menyimpan trauma dan kesedihan mendalam akibat genosida yang menghancurkan tanah kelahirannya. Ia tidak bisa kembali, ia tidak punya tempat untuk pulang.

Pertemuan dua anak ini adalah awal dari sebuah persahabatan yang kuat. Hubungan mereka kian lekat karena nama Gaza yang mengingatkan Hayya pada tanah kelahirannya.

Gaza dengan kepolosannya seolah menjadi penawar rindu akan damainya kampung halaman bagi Hayya. Sebaliknya, Hayya berhasil mengisi kekosongan yang ditinggalkan ayahnya di hati Gaza.

Ancaman dan Pilihan Sulit yang Mengintai

Sayangnya, kebahagiaan dan tawa di antara Gaza dan Hayya tidak berlangsung lama. Sebuah peristiwa mencekam tiba-tiba mengintai dan mengancam jiwa mereka berdua. Kedamaian yang baru saja mereka temukan mulai retak.

Mereka pun dihadapkan pada serangkaian pilihan sulit yang akan menguji arti dari sebuah keluarga, persahabatan, keberanian, dan pengorbanan di tengah bayang-bayang konflik yang tiada akhir.

Film ini akan menuntun kita menyelami betapa beratnya beban yang ditanggung oleh anak-anak sebagai korban dari situasi yang jauh lebih besar.

Pesan Kemanusiaan dari Layar Lebar

Film Hayya 3: Gaza bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga sebuah medium diplomasi dan kemanusiaan. Dengan plot yang menyentuh dan fokus pada sudut pandang anak-anak, film ini berusaha meningkatkan kesadaran publik terhadap realitas yang terjadi di Palestina.

Film ini diperankan oleh sejumlah aktor ternama seperti Amna Shahab sebagai Hayya, Azamy Syauqy sebagai Gaza, Cut Syifa, Oki Setiana Dewi, dan Fauzi Baadila.

Produser film ini, Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa, menegaskan bahwa film ini aman ditonton oleh semua kalangan, termasuk anak-anak, sebagai sarana edukasi dan literasi isu Palestina.

Bahkan, sebagian hasil penjualan tiket film ini didonasikan kembali untuk kemanusiaan di Palestina.

Mari kita saksikan bersama bagaimana dua anak kecil ini menyuarakan pesan damai dan harapan yang besar untuk dunia, mulai 12 Juni 2025 di bioskop kesayanganmu.