Sinopsis Film Destination Wedding: Ketika Sinisme Bertemu Romantisme

RediksiaSabtu, 3 Februari 2024 | 12:22 WIB
Sinopsis Film Destination Wedding, Ketika Sinisme Bertemu Romantisme

DIKSIA.COM - Pernahkah kamu menghadiri pesta pernikahan di mana kamu sama sekali tidak mengenal pengantinnya, bahkan merasa tidak tertarik dengan acaranya? Inilah premis unik film “” yang dibintangi oleh aktor kawakan dan .

Film adalah film yang dibintangi oleh dua aktor Hollywood ternama, dan . Film ini menceritakan tentang dua orang yang saling membenci, namun terpaksa menghadiri pesta pernikahan yang sama dan menghabiskan waktu bersama.

Apa yang terjadi selama akhir pekan mereka di Paso Robles, California? Simak Destination Wedding berikut ini.

Latar Belakang Film Destination Wedding

Film Destination Wedding dirilis pada tahun 2018 dan disutradarai oleh Victor Levin, yang juga menulis naskahnya. Film ini merupakan film ketiga yang mempertemukan Keanu Reeves dan Winona Ryder, setelah Bram Stoker's Dracula (1992) dan A Scanner Darkly (2006). Keduanya juga pernah bermain bersama dalam film The Private Lives of Pippa Lee (2009), namun tidak berbagi adegan.

Film Destination Wedding mendapat ulasan yang bervariasi dari para kritikus. Beberapa memuji chemistry antara Reeves dan Ryder, serta dialog-dialog cerdas dan lucu yang mereka lontarkan. Namun, beberapa juga mengkritik film ini karena terlalu banyak berbicara dan kurang aksi, serta memiliki plot yang tipis dan tidak realistis. Film ini juga tidak sukses secara komersial, hanya meraup sekitar 3 juta dolar AS dari anggaran sebesar 5 juta dolar AS.

Alur Cerita Film Destination Wedding

Film Destination Wedding dimulai dengan adegan di bandara, di mana Lindsay (Winona Ryder) dan Frank (Keanu Reeves) bertemu untuk pertama kalinya. Keduanya terlibat dalam pertengkaran sengit karena Frank mengambil tempat duduk terbaik di pesawat kecil yang akan membawa mereka ke Paso Robles. Lindsay menuduh Frank sebagai orang yang sombong, egois, dan tidak berperasaan, sementara Frank mengejek Lindsay sebagai orang yang pahit, galau, dan tidak bahagia.