Review Film Trinil: Kembalikan Tubuhku, Horor Cinta Segitiga yang Menegangkan

Avatar of Rediksia
Review Film Trinil: Kembalikan Tubuhku, Horor Cinta Segitiga yang Menegangkan
Review Film Trinil: Kembalikan Tubuhku, Horor Cinta Segitiga yang Menegangkan

DIKSIA.COM - Indonesia kembali menghiasi layar bioskop di awal tahun 2024 dengan hadirnya : . Film ini merupakan adaptasi dari lakon radio tahun 80-an yang disutradarai oleh . Film ini menceritakan kisah antara ibu dan anak yang terlibat dengan sosok hantu tanpa kepala. Bagaimana kualitas film ini? Apakah film ini layak ditonton? Simak ulasan kami berikut ini.

Detail Film Trinil: Kembalikan Tubuhku

Berikut detail film : :

  • Judul Film: Trinil: Kembalikan Tubuhku (Trinil: Kembalikan Tubuhku)
  • Genre: Horor, Sejarah, Drama
  • Rating: 17+ (untuk adegan kekerasan, adegan berdarah, dan mengganggu)
  • Waktu tayang: 120 menit
  • Anggaran: Rp 20 miliar (sekitar $1,4 juta)
  • Bahasa: Indonesia, Jawa, Inggris
  • Tanggal rilis: 23 Januari 2024
  • Sutradara:
  • Pemeran: Carmela van der Kruk, , Fattah Amin, , Rizky Nazar, dan lainnya.

Sinopsis Film Trinil: Kembalikan Tubuhku

Film ini berkisah tentang Rara (), seorang wanita yang mewarisi perkebunan teh di Jawa Tengah milik ayahnya, William Saunder. Rara hidup bahagia bersama suaminya, Sutan (), yang dulunya adalah perawat pribadi ayahnya. Namun, kebahagiaan mereka terganggu oleh kehadiran hantu tanpa kepala yang mengaku sebagai Rahayu (), ibu kandung Rara yang sudah meninggal. Rahayu menuntut Rara untuk mengembalikan tubuhnya yang telah dicuri oleh William. Rahayu juga mengungkapkan bahwa Sutan sebenarnya adalah anak kandungnya yang diambil oleh William. Hal ini membuat Rara terkejut dan bingung. Apakah yang sebenarnya terjadi? Siapa sebenarnya Rahayu? Dan bagaimana nasib Rara dan Sutan?

Latar Belakang Film

Film Trinil: Kembalikan Tubuhku terinspirasi dari lakon sandiwara radio yang sangat populer pada tahun 1985. Lakon ini menceritakan tentang Mbok Suminten, seorang janda tua yang tinggal di desa Trinil. Suatu hari, ia menemukan sebuah gembung (kantong plastik) yang berisi uang di pinggir sungai. Ia pun membawa pulang gembung itu dan menyimpannya di bawah kasur. Namun, ternyata gembung itu milik seorang dukun sakti yang sedang mencari korban untuk ritualnya. Dukun itu pun mengutuk Mbok Suminten agar tubuhnya berubah menjadi gembung. Suara rintihan Mbok Suminten yang meminta gembungnya dikembalikan menjadi sangat terkenal dan menakutkan.