Diksia.com - Dunia animasi Jepang atau anime telah melahirkan ribuan judul populer, namun hanya ada tiga nama yang dianggap sebagai fondasi utama popularitas globalnya. Istilah Big Three merujuk pada tiga serial shonen dari majalah Weekly Shonen Jump yang mendominasi pasar internasional sejak awal era 2000-an. Ketiga judul tersebut adalah One Piece, Naruto, dan Bleach.
Mungkin kita sering mendengar istilah ini di komunitas penggemar, namun penting untuk memahami bahwa predikat ini bukan sekadar soal popularitas sesaat. Big Three adalah simbol dari masa keemasan di mana ketiga judul ini tayang secara bersamaan dan mencatatkan angka penjualan manga serta rating televisi yang belum pernah dicapai oleh judul lain pada masanya.
One Piece: Sang Kapten yang Menolak untuk Berhenti
Hingga memasuki Januari 2026, One Piece masih kokoh berdiri sebagai satu-satunya anggota Big Three yang terus melanjutkan serialisasi mingguan tanpa henti. Petualangan Monkey D. Luffy mencari harta karun legendaris ini telah melewati angka seribu episode dan masih menjadi magnet utama bagi para penggemar lama maupun baru.
Ada kabar menarik bagi kamu yang baru ingin mengikuti kisah ini. Mulai tahun 2026, serial One Piece kabarnya mulai beralih ke format musiman untuk meningkatkan kualitas animasi dan menjaga ritme penceritaan agar tetap segar. Dengan memasuki babak baru seperti Arc Elbaph yang sudah lama dinantikan, One Piece membuktikan bahwa mereka belum kehilangan taringnya meski sudah berjalan lebih dari dua dekade.
Naruto: Warisan Ninja yang Terus Hidup
Meskipun kisah utama Naruto Uzumaki telah berakhir bertahun-tahun yang lalu, pengaruhnya di tahun 2026 justru kembali memuncak. Kita melihat bagaimana warisan ini diteruskan melalui serial Boruto, namun yang paling menggemparkan adalah proyek spesial ulang tahun ke-20 yang akhirnya tayang secara penuh tahun ini.
Proyek tersebut menghadirkan kembali masa-masa kejayaan Tim 7 dengan kualitas animasi modern yang sangat memukau. Naruto bukan hanya tentang pertarungan ninja, tapi juga tentang pesan mengenai kerja keras dan pengakuan sosial yang membuat kita merasa sangat dekat dengan karakternya. Kehadiran episode-episode spesial di tahun 2026 ini menjadi bukti bahwa nama Naruto akan selalu memiliki tempat khusus di hati jutaan orang.
Bleach: Kembalinya Sang Dewa Kematian dengan Visual Megah
Sempat dianggap sebagai anggota yang paling cepat meredup, Bleach kini justru menunjukkan kebangkitan yang paling fenomenal. Melalui adaptasi arc Thousand-Year Blood War (TYBW), Ichigo Kurosaki kembali membawa nuansa gelap dan stylish yang menjadi ciri khasnya.
Pada pertengahan tahun 2026 ini, bagian terakhir dari adaptasi tersebut dijadwalkan mencapai klimaksnya. Kita disuguhi kualitas animasi setara film layar lebar yang jauh melampaui versi originalnya di masa lalu. Penambahan konten baru yang diarahkan langsung oleh kreator aslinya membuat Bleach kembali berdiri sejajar dengan dua rival lamanya dalam percakapan tren global.
Mengapa Mereka Tak Tergantikan oleh Generasi Baru?
Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa judul besar seperti Jujutsu Kaisen atau Demon Slayer tidak disebut sebagai Big Three? Secara teknis, Big Three adalah istilah sejarah untuk era tertentu. Meskipun anime modern memiliki grafis yang lebih canggih dan popularitas masif, skala pengaruh yang diciptakan One Piece, Naruto, dan Bleach dalam membuka gerbang anime ke seluruh dunia di era prastreaming sulit untuk diulangi.
Ketiganya membangun komunitas global di saat akses internet belum semudah sekarang. Mereka adalah pelopor yang menetapkan standar genre shonen, mulai dari sistem kekuatan yang unik hingga pengembangan karakter yang sangat mendalam. Di tahun 2026 ini, kembalinya ketiga judul tersebut secara bersamaan di layar kaca seolah mengingatkan kita bahwa takhta para legenda ini memang sangat sulit untuk digeser.





