Diksia.com - Bagi banyak orang, memulai hari tanpa aroma kopi rasanya seperti ada yang kurang. Kafein memang dikenal ampuh mengusir kantuk dan meningkatkan fokus saat kita bekerja. Namun, di balik kenikmatan rasanya, ada berbagai reaksi tubuh yang muncul jika kita mengonsumsinya secara tidak bijak.
Memahami bagaimana kafein bekerja dalam sistem tubuh kita sangatlah penting agar kamu tetap bisa menikmati hobi ngopi tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Gangguan Tidur dan Kualitas Istirahat
Salah satu efek samping minum kopi yang paling umum dirasakan adalah insomnia atau kesulitan tidur. Kafein bekerja dengan cara menghambat reseptor adenosin di otak, yaitu zat yang membuat kita merasa lelah. Jika kamu meminum kopi terlalu sore atau malam hari, zat ini tetap aktif dan mengganggu siklus tidur alami kita.
Kualitas tidur yang buruk tidak hanya membuat kamu lemas keesokan harinya, tetapi juga bisa memicu stres dan menurunkan sistem imun tubuh jika terjadi terus-menerus.
Dampak pada Sistem Pencernaan dan Lambung
Kopi memiliki sifat asam dan mampu merangsang produksi hormon gastrin yang mempercepat aktivitas di saluran pencernaan. Bagi sebagian orang, hal ini bisa menyebabkan perut terasa mulas atau bahkan diare.
Selain itu, jika kamu memiliki riwayat penyakit lambung seperti GERD, kandungan kafein dapat melonggarkan otot kerongkongan bagian bawah. Kondisi ini memungkinkan asam lambung naik kembali ke tenggorokan dan menimbulkan sensasi terbakar yang sangat tidak nyaman.
Kecemasan dan Jantung Berdebar
Pernahkah kamu merasa gemetar atau gelisah setelah menghabiskan dua gelas kopi hitam? Itu adalah tanda bahwa tubuh kita sedang mengalami overstimulasi. Kafein memicu pelepasan adrenalin yang merupakan hormon lawan atau lari.
Efeknya bisa berupa perasaan cemas yang berlebihan, tangan gemetar, hingga detak jantung yang terasa lebih cepat dari biasanya. Jika kamu merasa jantung berdebar kencang secara tidak teratur, itu adalah sinyal kuat dari tubuh agar kamu segera berhenti menambah asupan kafein hari itu.
Risiko Ketergantungan dan Gejala Putus Zat
Kafein adalah zat psikoaktif yang bisa menimbulkan ketergantungan secara fisik maupun mental. Ketika kita sudah terbiasa minum kopi setiap hari dan tiba-tiba berhenti, tubuh akan bereaksi.
Gejala yang sering muncul antara lain sakit kepala hebat, kelelahan luar biasa, hingga suasana hati yang mudah berubah. Oleh karena itu, jika kamu ingin mengurangi konsumsi kopi, lakukanlah secara bertahap agar tubuh kita tidak terkejut dengan perubahan tersebut.
Berapa Batas Aman Konsumsi Kopi untuk Kamu?
Para ahli kesehatan umumnya menyarankan batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa sehat adalah sekitar 400 miligram per hari. Jumlah ini setara dengan kira-kira empat cangkir kopi seduh. Namun, perlu diingat bahwa toleransi setiap orang berbeda-beda.
Pastikan kamu selalu mendengarkan sinyal yang diberikan oleh tubuhmu sendiri. Jika satu cangkir saja sudah membuat kamu merasa gelisah, maka itulah batas maksimal yang bisa diterima oleh sistem metabolisme kamu.





