Efek Samping Vaksin Meningitis dan Tips Mengatasinya

RediksiaSenin, 2 Februari 2026 | 18:22 WIB
Efek Samping Vaksin Meningitis dan Tips Mengatasinya
Efek Samping Vaksin Meningitis dan Tips Mengatasinya

Diksia.com - Vaksin meningitis menjadi salah satu imunisasi penting, terutama bagi kamu yang berencana menunaikan ibadah haji atau umrah, bepergian ke daerah endemik, atau ingin melindungi diri dari penyakit infeksi serius yang disebabkan bakteri Neisseria meningitidis.

Meski vaksin ini terbukti aman dan efektif, seperti vaksin lainnya, ada kemungkinan muncul efek samping. Untungnya, sebagian besar efek samping bersifat ringan dan hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat.

Apa Saja Efek Samping Umum Vaksin Meningitis?

Efek samping paling sering dialami adalah reaksi di area suntikan. Sekitar setengah penerima vaksin jenis MenACWY merasakan nyeri ringan, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan. Kondisi ini biasanya reda dalam 1-2 hari.

Selain itu, beberapa efek samping lain yang kerap muncul meliputi:

  • Demam ringan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan atau badan terasa lemas
  • Nyeri otot atau sendi
  • Mual, diare, atau gangguan pencernaan ringan

Untuk vaksin jenis MenB, efek samping cenderung lebih beragam, seperti kelelahan lebih kuat, sakit kepala, nyeri otot, demam, mual, hingga diare. Gejala ini umumnya membaik dalam 3-5 hari, kadang hingga seminggu.

Kita bisa mengatasi efek samping ringan ini dengan istirahat cukup, minum air putih banyak, atau kompres dingin di area suntikan. Jika perlu, obat pereda nyeri seperti paracetamol bisa membantu, tapi konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan.

Efek Samping Serius Jarang Terjadi

Efek samping berat dari vaksin meningitis sangat jarang. Reaksi alergi parah, seperti sesak napas, pembengkakan wajah, atau ruam luas, bisa muncul dalam hitungan menit hingga jam setelah vaksinasi, tapi kasus ini ekstrem langka.

Ada juga catatan terkait risiko sindrom Guillain-Barré pada kelompok tertentu, sehingga orang dengan riwayat kondisi ini perlu konsultasi ekstra sebelum divaksin.

Secara keseluruhan, manfaat vaksin jauh lebih besar daripada risikonya, terutama di situasi berisiko tinggi seperti perjalanan ke wilayah dengan wabah meningitis.

Siapa yang Perlu Berhati-hati?

Beberapa kelompok sebaiknya konsultasi dulu atau menunda vaksinasi, misalnya:

  • Orang yang pernah mengalami alergi berat terhadap dosis vaksin meningitis sebelumnya
  • Penderita demam tinggi atau sakit sedang saat jadwal vaksin
  • Wanita hamil (untuk jenis vaksin tertentu, tergantung rekomendasi dokter)
  • Orang dengan riwayat sindrom Guillain-Barré

Selalu beri tahu petugas kesehatan tentang kondisi kesehatan kamu sebelum disuntik.

Mengapa Vaksin Meningitis Tetap Penting?

Meningitis bakteri bisa berkembang sangat cepat dan menyebabkan komplikasi berat, bahkan kematian. Vaksin memberikan perlindungan efektif terhadap beberapa strain utama bakteri penyebabnya.

Efek samping yang muncul hanyalah tanda tubuh sedang membangun kekebalan, dan jauh lebih ringan dibandingkan risiko terinfeksi penyakit aslinya.

Jika kamu merencanakan perjalanan atau ingin tahu lebih lanjut, segera konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Vaksinasi aman dan menjadi langkah bijak untuk melindungi diri serta orang sekitar.