Efek Samping Sabu dan Bahayanya bagi Kesehatan Kita

RediksiaRabu, 31 Desember 2025 | 08:04 WIB
Efek Samping Sabu dan Bahayanya bagi Kesehatan Kita
Efek Samping Sabu dan Bahayanya bagi Kesehatan Kita

Diksia.com - Sabu atau metamfetamin merupakan stimulan saraf pusat yang bekerja sangat kuat. Saat seseorang mengonsumsinya, otak akan dibanjiri oleh dopamin, zat kimia yang menciptakan rasa senang luar biasa secara instan. Namun, kamu perlu tahu bahwa kesenangan ini hanyalah ilusi sementara yang dibayar mahal dengan kerusakan organ tubuh secara permanen.

Penggunaan sabu bukan sekadar masalah kecanduan biasa. Zat ini merasuki sistem saraf dan mengubah cara kerja otak kita dalam memproses emosi serta logika. Mari kita bedah apa saja yang terjadi pada tubuh saat zat berbahaya ini masuk ke dalam sistem metabolisme.

Dampak Instan yang Menyerang Fisik

Begitu sabu masuk ke tubuh, kamu akan merasakan peningkatan energi yang tidak wajar. Jantung akan berdetak jauh lebih cepat dari biasanya, tekanan darah melonjak, dan suhu tubuh meningkat drastis. Kondisi ini sangat berisiko memicu pecahnya pembuluh darah atau serangan jantung mendadak.

Selain itu, para pengguna biasanya kehilangan nafsu makan secara total. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi penting dalam waktu singkat. Pola tidur pun akan berantakan, di mana seseorang bisa terjaga selama berhari-hari yang kemudian berujung pada kelelahan ekstrem atau kolaps.

Kerusakan Mental dan Halusinasi yang Mengerikan

Efek samping sabu yang paling ditakuti adalah gangguan psikiatrik. Kita sering melihat bagaimana pengguna sabu mengalami paranoia hebat, di mana mereka merasa selalu diawasi atau terancam oleh orang di sekitarnya. Halusinasi visual dan pendengaran seringkali membuat pengguna melakukan tindakan berbahaya yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam jangka panjang, sabu merusak sel-sel otak yang mengatur kognitif dan memori. Kamu mungkin akan kesulitan untuk berkonsentrasi, sering lupa, hingga mengalami depresi berat saat pengaruh obat tersebut hilang. Rasa cemas yang berlebihan menjadi teman sehari-hari bagi mereka yang sudah terjebak dalam lingkaran setan ini.

Perubahan Penampilan Fisik yang Drastis

Salah satu cara paling mudah mengenali dampak sabu adalah melalui perubahan fisik. Pengguna kronis sering mengalami masalah gigi parah yang dikenal dengan istilah meth mouth. Gigi akan membusuk dan tanggal dengan cepat karena produksi air liur terhenti dan zat kimia sabu merusak lapisan email.

Kulit juga akan terlihat kusam dan dipenuhi luka. Hal ini terjadi karena munculnya sensasi adanya serangga yang merayap di bawah kulit, sehingga pengguna cenderung menggaruk kulit mereka secara obsesif hingga terluka. Penurunan berat badan yang sangat ekstrem juga membuat wajah terlihat jauh lebih tua dari usia aslinya.

Menghentikan Kerusakan Sebelum Terlambat

Menyadari bahaya di atas, kita harus memahami bahwa pemulihan adalah jalan satu-satunya untuk kembali sehat. Kerusakan saraf akibat sabu memang bisa bersifat permanen, namun dengan berhenti sedini mungkin, kita bisa mencegah kerusakan yang lebih fatal seperti gagal ginjal, kerusakan hati, atau stroke.

Dukungan keluarga dan penanganan medis yang tepat melalui rehabilitasi sangatlah krusial. Jangan pernah merasa sendiri dalam menghadapi masalah ini, karena setiap langkah kecil untuk menjauh dari sabu adalah kemenangan besar bagi masa depan kamu.