Efek Samping Obat Cefixime, Dari Gejala Ringan hingga Serius

RediksiaRabu, 31 Desember 2025 | 08:02 WIB
Efek Samping Obat Cefixime, Dari Gejala Ringan hingga Serius
Efek Samping Obat Cefixime, Dari Gejala Ringan hingga Serius

Diksia.com - Cefixime merupakan salah satu jenis antibiotik golongan sefalosporin yang sering diresepkan dokter untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri. Mulai dari infeksi saluran kemih, bronkitis, hingga infeksi tenggorokan, obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri jahat yang menyerang tubuh kita.

Meskipun sangat ampuh dalam membasmi bakteri, seperti halnya obat-obatan lain, cefixime juga memiliki potensi efek samping. Penting bagi kamu untuk memahami apa saja yang mungkin terjadi pada tubuh saat menjalani pengobatan ini agar proses pemulihan tetap berjalan nyaman dan aman.

Gangguan Pencernaan yang Paling Sering Muncul

Keluhan yang paling umum dirasakan oleh banyak orang saat mengonsumsi cefixime adalah masalah pada sistem pencernaan. Karena antibiotik ini bekerja memengaruhi keseimbangan bakteri di usus, tidak jarang kita akan merasakan gejala seperti:

  • Mual dan muntah ringan.
  • Sakit perut atau kram di area lambung.
  • Diare dengan intensitas ringan.
  • Perut terasa kembung atau sering bersendawa.

Biasanya, gejala-gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah tubuh kita mulai beradaptasi dengan obat tersebut. Namun, jika diare yang kamu alami terasa sangat parah atau disertai darah, segera hentikan pemakaian dan hubungi tenaga medis.

Reaksi Alergi yang Perlu Mendapat Perhatian Ekstra

Selain masalah pencernaan, sebagian kecil orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap cefixime. Gejala alergi ini bisa bervariasi dari yang ringan hingga yang membutuhkan penanganan darurat. Kamu harus waspada jika muncul tanda-tanda seperti gatal-gatal pada kulit, ruam kemerahan, atau pembengkakan di area wajah, bibir, dan lidah.

Dalam kasus yang sangat jarang, cefixime dapat memicu reaksi alergi berat yang disebut anafilaksis. Jika kamu merasa sesak napas secara tiba-tiba atau pusing yang luar biasa setelah minum obat, pastikan untuk segera mencari bantuan ke rumah sakit terdekat.

Dampak pada Fungsi Organ dan Hasil Laboratorium

Tanpa kita sadari, konsumsi cefixime dalam jangka waktu tertentu terkadang dapat memengaruhi fungsi organ internal seperti hati dan ginjal. Meskipun jarang terjadi, beberapa pengguna melaporkan adanya perubahan warna urine menjadi lebih gelap atau bagian putih mata yang menguning.

Selain itu, antibiotik ini juga bisa memengaruhi hasil tes laboratorium tertentu, seperti tes glukosa urine. Oleh karena itu, jika kamu berencana melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, jangan lupa memberitahu petugas laboratorium bahwa kamu sedang dalam masa pengobatan cefixime.

Tips Aman Mengonsumsi Cefixime Agar Pulih Maksimal

Untuk meminimalkan risiko efek samping dan memastikan bakteri benar-benar hilang dari tubuh, kita harus mengikuti aturan pakai dengan disiplin. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

  1. Habiskan Obat: Jangan pernah menghentikan konsumsi antibiotik hanya karena merasa sudah sehat. Bakteri yang tersisa bisa menjadi kebal dan lebih sulit diobati di kemudian hari.
  2. Minum Setelah Makan: Mengonsumsi cefixime setelah makan dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman atau mual pada perut kamu.
  3. Hidrasi Cukup: Pastikan kamu minum air putih yang banyak selama masa pengobatan untuk membantu kerja ginjal dalam memproses sisa obat.

Dengan tetap waspada dan mengikuti saran dokter, penggunaan cefixime akan memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan kita tanpa perlu merasa khawatir berlebihan terhadap efek samping yang mungkin timbul.