Diksia.com - Kamu pernah mengakses sebuah situs web, tapi tiba-tiba muncul pesan error dengan kode 431 Request Header Fields Too Large? Error ini termasuk dalam kategori client error pada protokol HTTP. Artinya, server menolak memproses permintaan karena ukuran header request yang dikirim terlalu besar.
Header request sendiri berisi informasi penting seperti cookies, referrer URL, user-agent, dan data tambahan lainnya. Jika total ukurannya melebihi batas yang ditetapkan server, error 431 langsung muncul. Kode ini sudah distandarisasi sejak lama melalui RFC 6585 dan masih relevan hingga sekarang, termasuk di tahun 2026.
Error ini bisa dialami siapa saja, baik pengunjung situs maupun developer yang sedang menguji aplikasi. Penyebab utamanya hampir selalu dari sisi klien, bukan server yang rusak.
Penyebab Umum Munculnya Error 431
Beberapa faktor paling sering memicu error ini:
- Terlalu banyak cookies tersimpan di browser, terutama jika kamu sering mengunjungi situs yang sama atau domain terkait. Cookies menumpuk dan membuat header membengkak.
- Referer URL terlalu panjang, misalnya saat kamu mengklik link dengan banyak parameter query (?id=xxx&track=yyy&…) yang panjang sekali.
- Ukuran total header request melebihi batas, bisa karena kombinasi cookies, authorization token, atau custom header lain yang besar.
- Pada kasus developer, bug seperti redirect loop atau penggunaan port localhost yang sama antar proyek bisa menambah header secara berulang.
Server seperti Nginx, Apache, atau Cloudflare punya batas default (misalnya 8KB-16KB untuk header), dan jika dilewati, langsung return 431.
Cara Memperbaiki Error 431 untuk Pengguna Biasa
Kebanyakan kasus error ini bisa diatasi dengan langkah sederhana di browser kamu. Coba urutkan dari yang paling mudah:
- Hapus cookies situs terkait: Buka pengaturan browser, masuk ke bagian privasi atau cookies, lalu hapus cookies khusus untuk domain yang bermasalah. Jika ragu, hapus semua cookies dan cache untuk domain tersebut. Ini solusi paling ampuh karena cookies sering jadi biang kerok utama.
- Perpendek referrer URL: Jika error muncul saat mengklik link, hapus semua bagian setelah tanda ? di address bar. Contoh: ubah https://contoh.com/page?param1=abc¶m2=defghijkl… menjadi https://contoh.com/page Lalu tekan enter. Ini hanya solusi sementara, tapi efektif untuk tes cepat.
- Coba mode incognito atau browser lain: Buka situs di jendela private/incognito. Jika berhasil, berarti masalah memang dari cookies atau data sesi browser utama kamu.
- Hapus cache dan data situs: Di Chrome atau Firefox, masuk ke tools developer (F12), tab Application > Clear storage, lalu clear site data.
Setelah langkah ini, refresh halaman. Biasanya situs langsung normal kembali.
Solusi untuk Pemilik Website atau Developer
Jika kamu pemilik situs dan pengunjung sering melaporkan error 431, perhatikan hal berikut:
- Optimasi cookies — Kurangi jumlah dan ukuran cookies yang disetel. Gunakan cookie yang benar-benar perlu dan hapus yang kadaluarsa.
- Hindari query string panjang — Jika pakai tracking atau analytics, pertimbangkan simpan data di server-side daripada kirim via URL.
- Sesuaikan konfigurasi server (jika kamu kontrol server):
- Nginx: Tambah atau ubah large_client_header_buffers 4 16k; client_header_buffer_size 16k; di file nginx.conf.
- Apache: Gunakan LimitRequestFieldSize 16384 (atau lebih besar) di httpd.conf.
- Cloudflare atau proxy lain: Cek pengaturan header size limit jika ada opsi custom.
Setelah ubah konfigurasi, restart server dan tes ulang. Ingat, meningkatkan limit bukan solusi terbaik jika penyebabnya cookies berlebih—lebih baik atasi akar masalahnya.
Pencegahan agar Error 431 Tidak Muncul Lagi
- Rutin hapus cookies browser setiap beberapa minggu, terutama jika kamu aktif browsing banyak situs.
- Gunakan extension cookie manager untuk kontrol cookies per situs.
- Bagi developer, selalu tes ukuran header request saat develop, terutama di environment lokal dengan banyak proyek.
- Pantau log server untuk deteksi pola error 431 lebih awal.
Dengan langkah-langkah di atas, error 431 seharusnya bisa teratasi cepat. Jika masih muncul setelah semua dicoba, kemungkinan ada isu spesifik di server atau aplikasi tertentu—saatnya cek lebih dalam atau hubungi support hosting. Semoga membantu, ya!





