Hayam Wuruk Jakarta, Kawasan Chinatown Bersejarah yang Kini Bertransformasi dengan Proyek MRT

RediksiaRabu, 7 Januari 2026 | 19:56 WIB
Hayam Wuruk Glodok Jakarta, Pusat Kuliner dan Belanja di Tengah Proyek Infrastruktur Besar
Hayam Wuruk Glodok Jakarta, Pusat Kuliner dan Belanja di Tengah Proyek Infrastruktur Besar

Diksia.com - Kamu yang sering berkeliling Jakarta pasti sudah tidak asing dengan Hayam Wuruk. Jalan ini menjadi salah satu arteri utama ibu kota, menghubungkan Harmoni hingga Glodok, kawasan pecinan tertua di Jakarta.

Kita bisa merasakan perpaduan sempurna antara nuansa sejarah dan hiruk-pikuk kehidupan modern setiap kali melintas di sini. Pada awal 2026 ini, kawasan Hayam Wuruk Jakarta sedang mengalami transformasi besar berkat proyek MRT Fase 2A yang terus berlangsung.

Sejarah Panjang di Balik Nama Hayam Wuruk

Jalan Hayam Wuruk mendapatkan namanya dari raja legendaris Kerajaan Majapahit. Namun, asal-usulnya jauh lebih tua lagi. Kita telusuri ke masa kolonial Belanda, saat jalan ini dikenal sebagai Molenvliet Oost, dibangun pada 1648 oleh pemuka masyarakat Tionghoa Phoa Beng Gan. Saat itu, jalan ini menjadi bagian penting dari Batavia lama, dengan kanal di tengahnya yang kini masih terlihat.

Kawasan ini berkembang menjadi pusat perdagangan etnis Tionghoa, yang kita kenal sekarang sebagai Glodok. Kamu bisa membayangkan betapa ramainya tempat ini berabad-abad lalu, mirip seperti hari ini tapi dengan nuansa yang lebih tradisional.

Kondisi Terkini: Rekayasa Lalu Lintas Akibat Proyek MRT

Memasuki 2026, Hayam Wuruk Jakarta menjadi fokus perhatian karena proyek MRT Fase 2A yang sedang gencar dikerjakan. Konstruksi stasiun bawah tanah seperti Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, dan Glodok menyebabkan rekayasa lalu lintas hingga Agustus 2026 mendatang.

Beberapa perubahan yang perlu kamu perhatikan:

  • Arus kendaraan di sebagian lajur Hayam Wuruk dan Gajah Mada bergeser ke sisi kanal atau bangunan untuk memberi ruang konstruksi.
  • Ada pengalihan arus di beberapa titik, seperti dari Gedung BPKP hingga Sandjaja, serta penyempitan lajur menjadi dua jalur campuran.
  • Dishub DKI menyarankan menghindari ruas ini pada jam sibuk dan menggunakan rute alternatif seperti Jalan Juanda atau Suryopranoto.

Proyek ini memang membuat lalu lintas lebih padat sementara, tapi kita semua tahu ini untuk masa depan transportasi Jakarta yang lebih baik. MRT akan memudahkan akses ke kawasan ini nantinya.

Pesona Glodok: Kuliner dan Belanja yang Tak Lekang Zaman

Meski ada konstruksi, pesona Hayam Wuruk tetap menggoda. Kawasan Glodok sekitarnya penuh dengan pusat perbelanjaan seperti Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok dan Plaza Hayam Wuruk, tempat favorit berburu elektronik murah dan aksesoris gadget.

Kamu juga wajib mencoba kuliner khas di sini. Mulai dari makanan jalanan seperti bakpao dan sekba, hingga restoran legendaris yang menyajikan hidangan Tionghoa otentik. Kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menjelajahi gang-gang kecil yang penuh warung makan.

Tips Berkunjung ke Hayam Wuruk Jakarta Sekarang

Kalau kamu berencana ke sini, lebih baik gunakan transportasi umum seperti TransJakarta yang sudah melintas di koridor ini. Hindari membawa kendaraan pribadi pada weekday pagi dan sore untuk mengantisipasi kemacetan akibat proyek.

Datanglah di akhir pekan untuk suasana lebih santai, atau malam hari saat lampu-lampu kota membuat kawasan ini semakin hidup. Kita tunggu saja selesainya MRT, pasti Hayam Wuruk akan semakin mudah dijangkau dan nyaman untuk semua.